4 Pelaku Pelecehan Terhadap Marcus Rashford, Saka dan Sancho Ditangkap

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Inggris Marcus Rashford dan Jadon Sancho bersiap-siap dipinggir lapangan saat melawan Italia dalam pertandingan Final Piala Eropa 2020 di Stadion Wembley, London, 12 Juli 2021. Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka, menjadi sasaran pelecehan rasis setelah mereka gagal mengeksekusi penalti dalam adu penalti dengan Italia. Pool via REUTERS/Carl Recine

    Pemain Inggris Marcus Rashford dan Jadon Sancho bersiap-siap dipinggir lapangan saat melawan Italia dalam pertandingan Final Piala Eropa 2020 di Stadion Wembley, London, 12 Juli 2021. Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka, menjadi sasaran pelecehan rasis setelah mereka gagal mengeksekusi penalti dalam adu penalti dengan Italia. Pool via REUTERS/Carl Recine

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Inggris telah menangkap empat pelaku pelecehan rasis terhadap Marcus Rashford, Bukayo Saka dan Jadon Sancho. Keempat pelaku memberikan komentar bernada rasis di media sosial Facebook, Instagram dan Twitter setelah ketiga pemain gagal melaksanakan tugasnya sebagai eksekutor penalti pada partai final Euro 2020 kontra Timnas Italia.

    Dalam pernyataannya, kasus itu ditangani oleh unit khusus kepolisian Inggris. Mereka menyatakan telah mengumpulkan berbagai data para pelaku dan menangkap empat orang diantaranya.

    "Menyusul kekalahan Inggris melawan Italia pada hari Minggu, semburan komentar rasis yang ditujukan pada beberapa pemain kulit hitam tim muncul di berbagai platform termasuk Facebook, Instagram dan Twitter," bunyi pernyataan resmi Polisi Inggris.

    "Investigasi kejahatan rasial sedang dilakukan oleh UKFPU (Unit Kepolisian Sepak Bola Inggris), dengan tim penyelidik yang berdedikasi bekerja melalui sejumlah besar laporan dari seluruh negeri."

    "Sejauh ini, puluhan data telah kami ajukan ke perusahaan media sosial dan empat orang telah ditangkap oleh pasukan polisi setempat."

    Marcus Rashford, Bukayo Saka dan Jadon Sancho menjadi bahan celaan berbau SARA di media sosial setelah mereka gagal menjalankan tugas sebagai penendang penalti. Tendangan Rashford menerpa tiang kiri gawang Italia sementara tendangan Bukayo Saka dan Jadon Sancho berhasil ditepis oleh penjaga gawang Gianluigi Donnarumma.

    Berbagai pihak telah mengecam aksi itu, termasuk Perdana Menteri Boris Johnson, Ketua FA (PSSI-nya Inggris) Mark Bullingham, Pelatih Timnas Inggris Gareth Southgate hingga para pemain dan artis asal Inggris. Mereka menilai pelecehan SARA tersebut tak seharusnya dilakukan mengingat perjuangan para pemain untuk membawa skuad Tiga Singa ke partai final.

    Kepala penyelidikan kasus itu, Mark Roberts, pun telah mengeluarkan ancaman akan memburu para pelaku. Dia menyatakan pihaknya telah bekerja sama dengan berbagai platform media sosial untuk mengumpulkan data para pelaku.

    "Jika kami berhasil mengidentifikasi anda sebagai pelaku kejahatan ini, kami akan melacak anda dimana pun anda berada dan anda akan menghadapi konsekuensi yang serius atas aksi ini," kata Roberts.

    Laporan lain menyebutkan bahwa kepolisian Inggris telah melakukan 2344 penangkapan terkait kasus ini. Akan tetapi hanya 630 orang yang disebut ditahan.

    Marcus Rashford dan Jadon Sancho saat ini disebut tengah berlibur bersama di Kepulauan Turks dan Caicos. Keduanya disebut mendapatkan liburan ekstra dari klubnya, Manchester United, karena ikut membela Timnas Inggris di Euro 2020. Sementara Bukayo Saka disebut memilih menghabiskan liburannya di Inggris sebelum kembali berlatih bersama Arsenal.

    RT|iNews


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...