Atletico Madrid Tegaskan Tak Mau Beli Antoine Griezmann Lagi dari Barcelona

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Barcelona, Antoine Griezmann berselebrasi setelah menjebol gawang Alaves dalam laga lanjutan Liga Spanyol, di Stadion Mendizorroza, Spanyol, 31 Oktober 2020. Gol tunggal Griezmann berhasil menyelamatkan Barcelona dari kekalahan dalam laga tandang melawan Alaves dalam laga pekan kedelapan Liga Spanyol. REUTERS

    Pemain Barcelona, Antoine Griezmann berselebrasi setelah menjebol gawang Alaves dalam laga lanjutan Liga Spanyol, di Stadion Mendizorroza, Spanyol, 31 Oktober 2020. Gol tunggal Griezmann berhasil menyelamatkan Barcelona dari kekalahan dalam laga tandang melawan Alaves dalam laga pekan kedelapan Liga Spanyol. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Atletico Madrid Enrique Cerezo menyatakan pihaknya tak akan memboyong kembali Antoine Griezmann dari Barcelona. Cara Griezmann meninggalkan Atletico disebut masih meninggalkan luka di hati para.

    "Saya kira tidak," jawab Cerezo saat ditanya soal kemungkinan mereka memboyong kembali Griezmann.

    Cerezo bahkan menilai Griezmann bukan sebagai pemain yang tepat untuk dibarter dengan gelandang Saul Niguez.

    "Anda tidak membicarakan orang yang tepat," jawabnya singkat.

    Media-media Spanyol menyebutkan bahwa Cerezo dan suporter Atletico Madrid masih sakit hati soal kepindahan Griezmann ke Barcelona dua musim lalu. Padahal, setahun sebelumnya pesepakbola asal Prancis itu menandatangani kontrak baru bersama Atletico.

    Dia juga sempat merilis sebuah video dokumenter yang berjudul La Decision. Dalam video itu, Griezmann sempat menjelaskan keputusannya untuk menolak Barcelona dan memilih untuk bertahan di Atletico yang tengah mendapatkan hukuman larangan membeli pemain baru dari UEFA.

    Video itu kembali menjadi bahan pembicaraan suporter Atletico ketika Griezmann bergabung dengan Barcelona. Mereka menganggap dia sebagai pengkhianat.

    Setelah dua musim di Barcelona, Griezmann menghadapi ketidakpastian. Presiden Barca Joan Laporta telah memastikan bahwa pihaknya tengah memikirkan untuk menjual pemain berusia 30 tahun itu.

    Klub Catalan itu harus menjual beberapa pemain guna mengurangi beban gaji mereka. Skema barter dengan gelandang Saul Niguez pun sempat mencuat.

    Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, pun tampaknya tak lagi menginginkan jasa Griezmann. Akan tetapi dia tetap meyakini bahwa Griezmann merupakan pemain yang hebat terlepas dari performanya yang tak konsisten bersama Barcelona.

    "Saya memiliki hubungan baik dengan Griezmann selain dalam hubungan pekerjaan. Anak saya sering bermain dengan anaknya," kata Simeone dalam kesempatan berbeda.

    "Terlepas dari apa yang telah dia berikan kepada Atletico, saya berharap semuanya berjalan baik-baik saja bagi dia di Barca. Dia adalah pemain hebat. Di Barca, meskipun mengalami musim yang kurang konsisten, dia tak kurang mencetak 20 gol dalam satu musim."

    "Itu adalah jumlah yang cukup baik dan saya berharap kita bisa melihat pemain yang telah kita lihat di Euro, Piala Dunia dan dalam lima tahun bersama kami di Atletico. Saya tak berharap lebih dari kesuksesannya di Barca," kata Simeone.

    Simeone menyatakan bahwa skuadnya memang membutuhkan tambahan tenaga di sektor penyerang. Akan tetapi, menurut dia, bukan berarti Antoine Griezmann yang akan kembali ke Stadion Wanda Metropolitano.

    "Jika Griezmann tak datang, pemain lain yang akan datang. Pihak klub akan memutuskan apa yang terbaik bagi keuangan kami. Kami harus menganalisa situasi saat ini dan mengambil tindakan yang sesuai. Kami telah berbicara tentang beberapa pemain. Kami sedang bekerja untuk mendatangkan penyerang demi meningkatkan kompetisi di dalam tim," kata Simeone.

    Setelah Atletico Madrid menutup pintu, kini Barcelona dipastikan harus mencari peminat lain untuk Antoine Griezmann. Chelsea dan Manchester City bisa menjadi klub potensial karena mereka tengah sama-sama mencari penyerang baru.

    SPORT|AS|MARCA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.