TEMPO.CO, Jakarta - Keberhasilan Chelsea menjuarai Piala Super Eropa tak lepas dari peran kiper Kepa Arrizabalaga. Kehadirannya dalam laga itu sekaligus menjadi bukti kejelian pelatih Thomas Tuchel.
Chelsea ditahan Villarreal 1-1 hingga babak perpanjangan waktu dalam pertandingan di Windsor Park, Belfast, Irlandia Utara, Kamis dinihari, 12 Juli 2021. Juara Liga Champions musim lalu itu akhirnya menang adu penalti 6-5.
Baca juga:
Kepa Arrizabalaga tampil mengesankan dalam adu penalti itu. Ia berhasil membendung tembakan dua pemain lawan, Aissa Mandi dan Raul Albiol.
Kepa baru dimasukkan menjelang akhir babak perpanjangan waktu. Sebelumnya, The Blues mengandalkan Edouard Mendy.
Thomas Tuchel menjelaskan alasan memasukkan Kepa setelah menduga adu penalti akan dilakukan. Menurutnya, ia sudah mempelajari statistik kedua kipernya.
“Kepa memiliki persentase terbaik dalam menyelamatkan penalti," kata Thomas Tuchel seperti dikutip laman Chelsea.
"Analisis teman-teman dan pelatih kiper menunjukkan data kepada saya, lalu kami berbicara dengan para pemain bahwa (pergantian) ini bisa terjadi ketika kami memainkan pertandingan sistem gugur."
'Sejak itu mereka tahu. Sungguh luar biasa bagaimana Edou menerimanya, dan sungguh luar biasa bagaimana pembicaraan berlangsung di pagi hari sebelum pertandingan piala di Barnsley (musim lalu)."
"Orang-orang ini adalah pemain tim sejati. Saya senang untuk Kepa dan saya senang untuk Edou."
Dengan keberhasilan mengalahkan Villarreal, Chelsea merebut gelar juara Piala Super Eropa yang keduanya. Mereka merebutnya dalam lima tampilan.
CHELSEAFC, REUTERS
Baca Juga: Hakim Ziyech Cedera Parah Saat Chelsea Juarai Piala Super Eropa