Manchester United Dikalahkan Young Boys, Begini Analisis Strategi Solskjaer

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer memberi instruksi kepada para pemainnya saat bertanding melawan BSC Young Boys dalam Kualifikasi Liga Champions Grup F di Stadion Wankdorf, Bern, Swiss, 14 September 2021. REUTERS/Arnd Wiegmann

    Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer memberi instruksi kepada para pemainnya saat bertanding melawan BSC Young Boys dalam Kualifikasi Liga Champions Grup F di Stadion Wankdorf, Bern, Swiss, 14 September 2021. REUTERS/Arnd Wiegmann

    TEMPO.CO, JakartaManchester United kalah 1-2 saat bertandang ke Young Boys dalam matchday pertama grup Liga Champions di Stade de Suisse, Swiss pada Selasa malam, 14 September 2021. Setan Merah kalah dramatis setelah bertahan dari gempuran tuan rumah dengan sepuluh pemain.

    Manchester United mendominasi permainan di awal pertandingan meski berstatus sebagai tim tamu. Namun, tidak banyak peluang tercipta selama 10 menit.

    Setan Merah baru bisa mencetak gol pada menit ke-13 lewat aksi Cristiano Ronaldo yang menyambar bola di depan gawang setelah mendapatkan umpan silang dari Bruno Fernandes.

    Namun, Manchester United harus bermain dengan 10 orang pada menit ke-35 setelah bek kanan Aaron Wan-Bissaka melanggar keras Christopher Martins Pereira. Kalah jumlah pemain membuat pergerakan Setan Merah terbatas.

    Pemain Manchester United, Aaron Wan-Bissaka mendapatkan kartu merah dari wasit Francois Letexier saat bertanding melawan BSC Young Boys dalam Kualifikasi Liga Champions Grup F di Stadion Wankdorf, Bern, Swiss, 14 September 2021. REUTERS/Denis Balibouse

    Babak kedua, Young Boys lebih banyak memegang kendali permainan. Keunggulan pemain dimanfaatkan tim tuan rumah untuk mengurung Manchester United di wilayah perthanan sendiri.

    Mereka akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-66. Moumi Ngamaleu berhasil menerima umpan Silvan Hefti dan dengan satu sentuhan, bola bisa disarangkannya ke gawang kawalan David De Gea. Kedudukan menjadi 1-1.

    Laga tampaknya akan berakhir imbang setelah MU berhasil bertahan dari gempuran Young Boys. Tapi, Jesse Lingard membuat blunder dengan backpass tanggung di menit ke-94. Bola direbut Theoson-Jordan Siebatcheu Pefok dan dituntaskan dengan sepakan jarak dekat. Young Boys pun menang 2-1.

    Strategi yang dimainkan Ole Gunnar Solskjaer dinilai menjadi faktor yang membuat Young Boys pantas menang.

    Para pemain BSC Young Boys merayakan gol Jordan Siebatcheu ke gawang Manchester United. REUTERS/Arnd Wiegmann TPX IMAGES OF THE DAY

    Pertandingan tampak berjalan sesuai rencana ketika Ronaldo mencetak gol yang membuat Manchester United unggul dalam sepertempat jam pertama. Namun, kartu merah Wan-Bissaka di pengujung babak pertama, membuat jalannya laga berubah. Di situasi itu, keputusan Solskjaer sangat menentukan.

    Setelah Wan-Bissaka dikeluarkan dari lapangan, Solskjaer memasukkan Diogo Dalot untuk menggantikan Jadon Sancho. Keputusan awal itu mungkin dilakukan karena skudanya membutuhkan bek kanan di lapangan. Selanjutnya, Manchester United beralih ke tiga bek di babak pertama, memasukkan Raphael Varane untuk Donny van de Beek setelah pergantian babak, jauh lebih perlu.

    Langkah itu bisa dilihat sebagai upaya Manchester United menjaga keunggulan setelah kalah jumlah pemain. Namun, mereka tidak bisa melakukan tembakan setelah menit ke-25 pertandingan, sementara lawan menghasilkan 19 tembakan.

    Pengamat sepak bola Sky Sports, Paul Merson, membandingkan penampilan Manchester United itu dengan rival sekotanya. "Manchester United tidak bisa keluar dari setengah lapangan. Jika itu Manchester City yang bermain dengan sepuluh pemain, Young Boys tidak akan bisa menyentuh bola."

    Dia juga menyoroti pergantian pemain yang dilakukan Solskjaer. "Anda ingin bola mengarah ke arah berbeda karena jika bola mengarah ke arah lain, maka Anda tidak dapat menekan permainan. Itu saja yang dilakukan Young Boys. Mereka mendorong ke tengah karena tidak ada ancaman di belakang."

    "Tanpa ancaman itu, Anda tidak akan memenangkan banyak pertandingan. Jika Anda ingin menurunkan ROnaldo, masukkan Mason Greenwood karena dia punya kecepatan."

    Solskjaer lantas menarik Ronaldo dan Bruno Fernandes untuk menggantikannya dengan Nemanja Matic dan Jesse Lingard pada menit ke-72.

    Keputusan itu membuat Young Boys mampu terus mendominasi. Varane, Harry Maguire, dan Victor Lindelof, terus bekerja menangkis bola yang masuk ke area penalti.

    Menjelang pertandingan berakhir di waktu normal, Solskjaer memasukkan Anthony Martial dan menarik Fred. Dengan keputusan itu, Lingard harus berperan lebih ke dalam.

    Langkah itu yang kemudian berdampak pada terjadinya gol kedua Young Boys di tambahan akhir. Lingard yang bermain tidak di posisi biasanya membuat kesalahan. Dia membuat blunder dengan backpass tanggung di menit ke-94. Bola direbut Siebatcheu dan dituntaskan dengan sepakan jarak dekat.

    Hasil itu membuat Manchester United kehilangan poin dari laga pertama babak penyisihan Grup F Liga Champions. Saat ini Setan Merah berada di posisi juru kunci, sementara Young Boys di puncak klasemen grup. Di urutan kedua dan ketiga ditempati Atalanta dan Villarreal yang bermain imbang 2-2.

    SKY SPORTS

    Baca Juga: Liga Champions: Apa Kata Solskjaer Setelah Manchester United Ditekuk Young Boys?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.