Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Barcelona Vs Granada 1-1, Koeman Akui Tak Bisa Terapkan Tiki Taka

Reporter

Editor

Febriyan

image-gnews
Gelandang Barcelona Sergio Busquets berduel dengan pemain Granada Jorge Molina dalam pertandingan Liga Spanyol di Camp Nou, Barcelona, 21 September 2021. REUTERS/Albert Gea
Gelandang Barcelona Sergio Busquets berduel dengan pemain Granada Jorge Molina dalam pertandingan Liga Spanyol di Camp Nou, Barcelona, 21 September 2021. REUTERS/Albert Gea
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Laga Liga Spanyol antara Barcelona vs Granada berakhir imbang 1-1. Pelatih Ronald Koeman mengakui tak bisa menerapkan skema Tiki Taka yang menjadi ciri khas Barcelona karena skuad yang tak mumpuni.

Barcelona mendapatkan kritik tajam pada laga itu karena mereka dinilai bermain buruk. Menghadapi tim sekelas Granada di kandang sendiri, Stadion Camp Nou, Memphis Depay cs gagal menyuguhi suporter mereka pemainan yang menarik.

Media Spanyol Sport menyebutkan bahwa Cules, sebutan untuk suporter mereka, bersiul setiap kali para pemain Barcelona memegang bola. Mereka tampak bosan dan kecewa dengan permainan lambat yang ditunjukkan tim kesayangannya.

Media Spanyol lainnya, Marca, menyebut Barcelona tak menciptakan banyak peluang emas. Lini depan Blaugrana tampak tumpul dan ancaman terbesar justru datang dari bek Ronald Araujo yang setidaknya mendapatkan tiga peluang melalui skema bola mati, salah satunya berbuah gol.

Menjawab kritikan tersebut, Koeman mengakui mereka tak bisa menerapkan permainan Tiki Taka yang menarik seperti pernah ditunjukkan Barcelona di bawah asuhan Johan Cruyff, Pep Guardiola atau pun Luis Enrique. Dia menyatakan tak memiliki pemain yang bisa membuat Barcelona mengadopsi skema itu.

"Lihat daftar pemain kami," ujar Koeman dalam konferensi pers usai pertandingan. "Barcelona melakukan apa yang memang bisa dilakukan. Kami tidak punya pemain seperti pada zaman tiki-taka. Kami harus bermain dengan gaya kami sendiri."

Meskipun demikian dia menolak jika permainan timnya dianggap buruk atau membosankan. Dia menilai mereka mampu tampil apik pada beberapa momen dan meyakini Barcelona bisa kembali ke jalur kemenangan.

"Saya pikir kami melakukannya dengan baik dan beberapa waktu lagi, kami bisa menang," kata Koeman. "Sistem dasar permainan kami adalah 4-3-3 di babak pertama, kemudian saya harus melakukan perubahan berdasarkan apa yang saya miliki di bangku cadangan pada babak kedua."

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tiki Taka merupakan gaya permainan khas Barcelona yang mulai dikenalkan saat Johan Cruyff menangani klub itu pada era 80-an hingga 90-an. Skema permainan itu juga sukses diadopsi oleh Pep Guardiola dan Luis Enrique.

Pada intinya, Tiki Taka adalah permainan yang mengandalkan aliran bola yang cepat dari kaki ke kaki yang dikombinasikan dengan kemampuan teknik individu tingkat tinggi. Pemain sekaliber Andreas Iniesta, Xavi Hernandez, Ronaldinho, hingga Lionel Messi merupakan kunci skema permainan itu sebelumnya.

Saat ini, Barcelona memang dinilai tak memiliki pemain-pemain seperti itu lagi. Messi menjadi kepingan terakhir Tiki Taka yang keluar dari Barcelona pada bursa transfer musim panas lalu.

Masalah bagi Ronald Koeman bukan hanya itu, dia juga mengalami krisis pemain dalam sepekan terakhir. Empat dari tujuh pemain di lini depannya menggalami cedera. Begitu juga dengan Gerard Pique dan Jordi Alba di lini belakang.

Alhasil Koeman tak bisa berbuat banyak. Hasil imbang 1-1 laga Barcelona vs Granada harus mereka terima dengan lapang dada. Barcelona pun kini harus puas duduk di peringkat ketujuh klasemen Liga Spanyol untuk sementara waktu. Mereka baru mengumpulkan delapan angka dari empat laga, tertinggal lima angka dari Real Madrid yang berada di puncak dan sudah memainkan lima laga.

SPORT|MARCA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Argentina vs Kolombia di Final Copa America 2024: Lionel Messi Berharap Angel Di Maria Cetak Gol

16 jam lalu

Pemain timnas Argentina, Angel Di Maria berebut bola dengan pemain timnas Kanada, Moise Bombito dalam laga penyisihan grup A Copa America di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, 21 Juni 2024. REUTERS/Agustin Marcarian
Argentina vs Kolombia di Final Copa America 2024: Lionel Messi Berharap Angel Di Maria Cetak Gol

Lionel Messi berharap Angel Di Maria cetak gol saat bermain di pertandingan terakhirnya untuk timnas Argentina di final Copa America 2024.


Final Copa America 2024 Argentina vs Kolombia, Lionel Messi Ingin Angel Di Maria Cetak Gol Sebelum Pensiun

18 jam lalu

Pemain Argentina Angel di Maria melakukan latihan menjelang Copa America di Kennesaw University State Stadium, Atlanta, Georgia, 20 Juni 2024. REUTERS/Agustin Marcarian
Final Copa America 2024 Argentina vs Kolombia, Lionel Messi Ingin Angel Di Maria Cetak Gol Sebelum Pensiun

Kapten Timnas Argentina Lionel Messi berharap rekan satu timnya, Angel Di Maria, mengakhiri karier internasional dengan gemilang.


Jadwal Argentina vs Kolombia di Final Copa Amerika 2024 dan Fakta-Fakta Menarik Soal Laga Ini

1 hari lalu

Para pemain Argentina melakukan latihan menjelang lawan Cila pada laga Grup A Copa America di RBNY Training Facility, East Hanover, New Jersey, 25 Juni 2024. REUTERS/Agustin Marcarian
Jadwal Argentina vs Kolombia di Final Copa Amerika 2024 dan Fakta-Fakta Menarik Soal Laga Ini

Final Copa America 2024 akan menampilkan laga Argentina vs Kolombia. Simak 10 fakta menarik tentang laga ini.


10 Fakta Menarik Jelang Laga Argentina vs Kolombia di Final Copa America 2024

1 hari lalu

Momen pemain timnas Argentina, Lisandro Martinez saat menjebol gawang timnas Ekuador dalam laga perempat final Copa America di Stadion NRG, Texas, AS, 4 Juli 2024. REUTERS/Agustin Marcarian
10 Fakta Menarik Jelang Laga Argentina vs Kolombia di Final Copa America 2024

Duel Argentina vs Kolombia akan tersaji dalam final Copa America 2024 di Hard Rock Stadium pada Senin, 15 Juli 2024, pada pukul 07.00 WIB.


Prediksi Argentina vs Kolombia di Final Copa America 2024: Jadwal Live, H2H, Berita Terkini Tim, Perkiraan Formasi

1 hari lalu

Pemain Timnas Argentina, Lionel Messi melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Timnas Kanada, dalam Semifinal Copa America di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, 9 Juli 2024. REUTERS/Agustin Marcarian
Prediksi Argentina vs Kolombia di Final Copa America 2024: Jadwal Live, H2H, Berita Terkini Tim, Perkiraan Formasi

Duel Argentina vs Kolombia tersaji pada partai final Copa America 2024 di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Florida. Mengapa Tim Tango diunggulkan?


Puja-puji untuk Lamine Yamal Bintang Muda Spanyol di Piala Eropa 2024

2 hari lalu

Pemain Spanyol  Lamine Yamal. REUTERS
Puja-puji untuk Lamine Yamal Bintang Muda Spanyol di Piala Eropa 2024

Bintang muda Timnas Spanyol Lamine Yamal berhasil menyumbangkan salah satu gol pengantar bagi La Furia Roja melaju ke partai puncak Piala Eropa 2024.


Argentina vs Kolombia di Final Copa America 2024: Begini Kondisi Terkini Lionel Messi Cs

2 hari lalu

Pemain Timnas Argentina, Lionel Messi melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Timnas Kanada, dalam Semifinal Copa America di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, 9 Juli 2024. REUTERS/Agustin Marcarian
Argentina vs Kolombia di Final Copa America 2024: Begini Kondisi Terkini Lionel Messi Cs

Argentina akan tampil dengan kekuatan penuh menghadapi Kolombia di final Copa America 2024.


4 Fakta Bintang Muda Spanyol Lamine Yamal yang Tidak Banyak Orang Tahu

2 hari lalu

Pemain Timnas Spanyol Lamine Yamal. REUTERS/Yiannis Kourtoglou
4 Fakta Bintang Muda Spanyol Lamine Yamal yang Tidak Banyak Orang Tahu

Lamine Yamal jadi sorotan di gelaran Euro 2024 berkat penampilan fenomenalnya. Inilah sederet fakta Lamine Yamal yang tak banyak orang ketahui.


Begini Cerita di Balik Foto Lamine Yamal Dimandikan Lionel Messi

2 hari lalu

Ungguhan instagram Mounir Nasraoui, ayah Lamine Yamal, menampilan Yamal yang masih bayi dengan Lionel Messi pada 2007. (Instgaram)
Begini Cerita di Balik Foto Lamine Yamal Dimandikan Lionel Messi

Foto itu menunjukkan Lionel Messi, yang saat itu berusia 20 tahun, membantu memandikan Lamine Yamal.


Sama-sama Didikan La Masia, Inilah 4 Kemiripan Lamine Yamal dengan Lionel Messi

2 hari lalu

Pemain Spanyol  Lamine Yamal. REUTERS
Sama-sama Didikan La Masia, Inilah 4 Kemiripan Lamine Yamal dengan Lionel Messi

Penampilan apik Lamine Yamal di Euro 2024 membuat banyak orang menyandingkannya dengan kemampuan Lionel Messi di masa mudanya.