Manchester City Vs PSG 2-1, Ini Rahasia Guardiola Redam Messi, Neymar dan Mbappe

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ekspresi pemain Paris St Germain Lionel Messi, Kylian Mbappe dan Neymar setelah penyerang Manchester City Raheem Sterling mencetak gol dalam pertandingan Grup A Liga Champions di Stadion Etihad, Manchester, 25 November 2021. Manchester City tekuk PSG 2-1. Action images via Reuters/Carl Recine     TPX IMAGES OF THE DAY

    Ekspresi pemain Paris St Germain Lionel Messi, Kylian Mbappe dan Neymar setelah penyerang Manchester City Raheem Sterling mencetak gol dalam pertandingan Grup A Liga Champions di Stadion Etihad, Manchester, 25 November 2021. Manchester City tekuk PSG 2-1. Action images via Reuters/Carl Recine TPX IMAGES OF THE DAY

    TEMPO.CO, Jakarta - Laga Liga Champions antara Manchester City vs PSG pada Kamis dini hari tadi berakhir dengan skor 2-1. City berhasil meredam kekuatan lini serang PSG yang diperkuat trio Lionel Messi, Neymar dan Kylian Mbappe.

    Manajer Manchester City, Pep Guardiola, tetap memuji kualitas PSG meskipun timnya meraih kemenangan pada laga itu. Dia menyatakan kunci kemenangan timnya pada laga itu adalah bermain sama seperti pada laga pertama yang berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan PSG.

    Dia menyatakan bahwa mereka hanya melakukan sedikit peningkatan performa dengan menciptakan lebih banyak peluang. Selain itu, menurut Guardiola, mereka juga mendapatkan banyak pelajaran dari kekalahan pada laga pertama dan berhasil menggunakannya pada laga kali ini.

    "PSG tim yang sangat bagus, dengan pemain yang sangat bagus. Apa yang bisa saya katakan?" kata Guardiola usai pertandingan. "Performa kami sama seperti yang kami tunjukkan di Paris. Hari ini kami menciptakan lebih banyak peluang pada babak pertama." 

    "Kami menekan dengan sangat baik saat pertandingan di Paris dan kami sedikit melakukan penyesuaian karena kami belajar dari apa yang kami lakukan sebelumnya."

    Selain itu, Guardiola juga menyatakan bahwa mereka bermain dengan lebih agresif pada malam tadi. Hal itu membuat mereka sukses meredam kekuatan lini serang PSG. Soal Angel Di Maria yang tak dimainkan bersamaan dengan Lionel Messi, Neymar dan Kylian Mbappe sejak awal, Guardiola menilai hal itu tak mempengaruhi kekuatan PSG.

    "Kami bermain agresif saat kehilangan bola. Kami bertahan dengan sangat baik. Kami melakukannya (meredam Messi, Neymar dan Mbappe)," kata Guardiola.

    "Mereka memutuskan untuk tak bermain dengan Di Maria, tetapi mereka tetap sangat berbahaya. Mereka memiliki banyak pemain bagus, jadi anda tak boleh kalah dalam pertandingan seperti ini. Dengan kualitas yang mereka miliki....kami bermain dengan sangat baik."

    Pada laga dini hari tadi, Manchester City sebenarnya tak terlalu sukses meredam Lionel Messi, Neymar dan Kylian Mbappe. Mereka sempat tertinggal 0-1 berkat gol Mbappe. Penyerang muda asal Prancis itu menerima umpan dari Messi yang sempat membentur pemain Manchester City. Mbappe tak menyianyiakan kesempatan itu untuk menjebol gawang Ederson Moraes.

    Beruntung bagi City, Raheem Sterling menyamakan kedudukan tiga belas menit berselang. Gabriel Jesus yang memberikan assist kepada Sterling akhirnya membawa tim tuan rumah unggul pada menit ke-76. Hingga akhir pertandingan, PSG gagal menyamakan kedudukan.

    Hasil 2-1 laga Manchester City vs PSG itu membuat anak asuh Pep Guardiola mengunci posisi puncak klasemen Grup A dan satu tiket di babak 16 besar Liga Champions. Dengan perolehan 12 angka, Manchester City tak mungkin disalip oleh PSG yang hanya mengantongi delapan angka. PSG juga sudah mengunci posisi kedua karena RB Leipzig dan Club Brugge yang berada di bawahnya hanya mengantongi empat angka.

    MANCHESTER CITY

    Baca: hTop Skor Liga Champions Pekan Ke-5: Haller dan Lewandowski Sama Tajam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.