Mengenal Rumput Hibrida di Lapangan Sepak Bola Jakarta International Stadium

Foto udara lapangan sepak bola di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Senin, 28 Desember 2020. Dua lapangan latih JIS itu menggunakan rumput hibrida berstandar internasional yang merupakan gabungan dari rumput sintetis dan alami. TEMPO/Hilman Fathurtahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Lapangan sejak bola Jakarta International Stadium (JIS) resmi memilih rumput hibrida. Pemasangan pertama kali dilakukan pada Minggu, 19 September 2021.

Jenis rumput hibrida dipilih sebab diyakini cocok dengan kondisi iklim pesisir seperti di JIS. 

Selain JIS, sudah banyak klub sepak bola yang menggunakan jenis rumput ini di lapangannya, misalnya, Allianz Arena Stadium markas Bayern Munchen, Wanda Metropolitano Stadium, dan Tottenham Hotspurs Stadium. 

Melansir SIS Pitches, rumput hibrida adalah jenis rumput yang dibuat dari campuran rumput alami dan serat rumput sintetis atau buatan.

Teknik pembuatannya dilakukan dengan dua cara, yaitu dijahit ke serat rumput alami atau meletakkan karpet rumput buatan di atas rumput alami. 

Karpet dipasang pada lapisan zona akar yang dipilih dengan cermat. Lalu, diisi dengan campuran serat rumput alami. Rumput alami tumbuh di antara serat rumput sintetis menciptakan permukaan yang kuat dan rata.

Tekstur 'terbuka' dari backing memastikan bahwa ruang gerak akar rumput tidak terhalang ke bawah mulai dari hari pemasangan. 

Pemasangan rumput hibrida hars dipastikan kepadatan serat dengan kualitas tinggi untuk meningkatkan kekuatan gesekan di permukaan. Potensi kerusakan pun agar minim.

Risiko cedera pemain juga berkurang karena permukaan yang rata, tidak bergelombang. 

Sebelum dilakukan pemasangan rumput hibrida, pada alas lapangan utama sebaiknya dipasang batu split dan berbagai jenis utilitas lainnya. Pemasangan struktur ini, bertujuan untuk mengatur sistem resapan lapangan.

Bila air hujan masuk ke lapangan, diharapkan akan cepat menyerap sehingga tidak menggenang dan mengganggu pertandingan. 

Dikutip dari Sport Labsmulanya ide pembuatan rumput hibrida ini dikembangkan oleh Desso Grandmaster yang menyuntikkan sistem serat pada 1989 di jala atau backing. Namun, penemuannya itu tidak populer kala itu.

Barulah pada 2003, produsen asal Belanda memodifikasi dengan menambahkan serat tenun yang lebih padat. Serat tenun tersebut dari rumput buatan yang lebih ringan.

Teknologi semakin canggih, sistem rumput buatan itu dipadukan dengan rumput alami sehingga menghasilkan rumput jenis hibrida. Rumput hibrida telah diakui sebagai rumput yang layak digunakan oleh FIFA, UEFA, WR, GAA, dan FIH.

Berdasarkan penelitian lapangan yang dilakukan Hatko Sportrumput hibrida terbukti memiliki sejumlah manfaat bagi pemain. Beberapa di antaranya adalah dapat dimainkan di setiap kondisi, mengurangi potensi cedera, dan kekuatan geser kaki pemain menjadi ringan. 

JOBPIE | HARIS SETYAWAN

Baca: Pakai Rumput Hibrida, Jakarta International Stadium Bisa Digunakan 1.000 Jam






Hadapi Penyelidikan FIFA, Uruguay Menyewa Mantan Pengacara Lionel Messi

18 jam lalu

Hadapi Penyelidikan FIFA, Uruguay Menyewa Mantan Pengacara Lionel Messi

Pengacara Ariel Reck yang disewa Uruguay pernah membela Lionel Messi ketika dia diskors tiga pertandingan karena menghina wasit pada 2017.


Piala Dunia 2022: Jumlah Pengunjung ke Qatar Tidak Sesuai Target

19 jam lalu

Piala Dunia 2022: Jumlah Pengunjung ke Qatar Tidak Sesuai Target

Pengunjung dua pekan pertama Piala Dunia 2022 di Qatar lebih dari 765 ribu orang, jauh dari target 1,2 juta pengunjung selama sebulan turnamen.


Piala Dunia 2022: FIFA Jatuhkan Sanksi buat Kroasia, Serbia, dan Arab Saudi

1 hari lalu

Piala Dunia 2022: FIFA Jatuhkan Sanksi buat Kroasia, Serbia, dan Arab Saudi

FIFA, menjatuhkan sanksi pada tiga peserta Piala Dunia 2022 karena kesalahan berbeda, yakni Kroasia, Serbia, dan Arab Saudi.


Presiden FIFA: Tidak Ada Tim Kecil di Piala Dunia 2022

1 hari lalu

Presiden FIFA: Tidak Ada Tim Kecil di Piala Dunia 2022

Presiden FIFA Gianni Infantino memuji sejumlah pertandingan di babak penyisihan grup Piala Dunia 2022.


Piala Dunia 2022: Penduduk GCC Tak Perlu Lagi Kartu Hayya untuk Masuk ke Qatar

1 hari lalu

Piala Dunia 2022: Penduduk GCC Tak Perlu Lagi Kartu Hayya untuk Masuk ke Qatar

Kartu Hayya masih diperlukan untuk akses stadion bersama dengan tiket pertandingan Piala Dunia 2022 Qatar.


Belum Dapat Kepastian, Warga Kampung Bayam Harus Kehilangan Rumah dan Pekerjaan

1 hari lalu

Belum Dapat Kepastian, Warga Kampung Bayam Harus Kehilangan Rumah dan Pekerjaan

Warga Kampung Bayam masih belum bisa menempati Kampung Susun Bayam karena belum menemukan kesepakatan soal harga sewa


PSSI Cari Relawan untuk Piala Dunia U-20

3 hari lalu

PSSI Cari Relawan untuk Piala Dunia U-20

PSSI membutuhkan 1.500 relawan yang akan membantu pelaksanaan Piala Dunia U-20 2023.


Arsene Wenger: Tim dengan Pemain Sayap Terbaik akan Jadi Pemenang Piala Dunia 2022

3 hari lalu

Arsene Wenger: Tim dengan Pemain Sayap Terbaik akan Jadi Pemenang Piala Dunia 2022

Arsene Wenger mengatakan ada tren tim bertahan dengan memperkuat bagian tengah pertahanannya sehingga tim dipaksa menyerang dari sisi sayap.


Pemerintah Izinkan Liga 1 Dilanjutkan setelah Dihentikan karena Tragedi Kanjuruhan

3 hari lalu

Pemerintah Izinkan Liga 1 Dilanjutkan setelah Dihentikan karena Tragedi Kanjuruhan

Liga 1 ini digelar secara bubble dan tanpa penonton.


Pele Yakinkan Penggemar Soal Kondisi Kesehatannya Lewat Media Sosial : Saya Kuat

4 hari lalu

Pele Yakinkan Penggemar Soal Kondisi Kesehatannya Lewat Media Sosial : Saya Kuat

Pele memberikan kabar terbaru mengenai kondisi kesehatannya lewat pesan yang diunggah di akun Instagram pribadinya.