4 Keunggulan Rumput Hibrida Dibanding Rumput Alami untuk Lapangan Sepak Bola

Foto udara lapangan sepak bola di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Senin, 28 Desember 2020. Rumput hibrida diklaim memiliki daya serap air yang lebih baik ketimbang rumput biasa, karena dapat menyerap air hujan hanya dalam waktu tak lebih dari 10 detik. TEMPO/Hilman Fathurtahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Rumput hibrida menjadi tren di lapangan sepak bola modern, terutama Eropa. Sebut saja Allianz Arena Stadium markas Bayern Munchen, Wanda Metropolitano Stadium milik klub raksasa Atletico Madrid, hingga Tottenham Hotspurs Stadium di London, Inggris. 

Di Indonesia, pemakaian rumput hibrida masih jarang ditemui. Baru-baru ini, lapangan sepak bola di Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta Utara telah memasang rumput jenis ini pada 19 September 2021. 

Diberitakan Tempo, Project Manager JIS Ary Wibowo mengatakan, rumput hibrida dipilih untuk memenuhi standar FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional). Selain itu, rumput jenis ini diyakini memiliki sejumlah keunggulan. 

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut empat keunggulan rumput hibrida yang dibandingkan dengan rumput alami untuk lapangan sepak bola

1. Selalu Terlihat Hijau 
Dilansir dari Hatko Sportrumput hibrida adalah gabungan produksi antara rumput alami dan rumput buatan. Pembuatan jenis rumput ini dengan menambahkan benang buatan pada biji rumput alami. 

Dengan cara tersebut lapangan sepak bola yang dikombinasikan dengan rumput buatan selalu terlihat lebih hijau. Di musim panas dan musim dingin, lapangan rumput hibrida akan selalu tampak hijau. 

2. Tahan Segala Cuaca 
Rumput hibrida sangat cocok untuk desain arsitektur stadion yang tertutup dan meminimalkan kondisi cuaca. Berbeda dengan rumput alami, karena kurangnya aliran udara dan sinar matahari, rumput alami akan mudah rusak dan tentu membutuhkan banyak biaya perawatan. 

Pun ketika dalam kondisi terbuka, rumput hibrida tidak akan becek. Dengan sistem struktur pemasangan batu split dan berbagai jaringan utilitas, daya serap air akan lebih cepat. Bahkan, dalam hitungan detik sekalipun. 

3. Daya Tahan Lebih Kuat 
Ketahanan dari rumput hibrida, bisa digunakan untuk 1.000 jam pertandingan. Tentu ini jauh lebih lama ketimbang rumput alami yang hanya dapat digunakan untuk 300 jam pertandingan.

Karena ketahanannya ini, rumput hibrida dalam stadion dapat dimanfaatkan untuk digunakan aktivitas selain sepakbola. Misalnya, konser musik, pertemuan besar, dan kegiatan lainnya yang menambah pendapatan tambahan untuk klub atau pemilik stadion.

4. Hemat Biaya 
Melansir Sports Lambrumput hibrida jauh lebih hemat biaya dalam pemasangan dan pemeliharaan. Jika dibandingkan dengan rumput alami atau yang lainnya, perbedaan biaya hampir setengahnya. 

Seberapa besar biaya masih tergantung desain lapangan dan banyaknya penggunaan pitch. Dimungkinkan untuk mengurangi ukuran dan jumlah pitch di lapangan, sehingga mengurangi biaya pemeliharaan yang sedang berlangsung.

JOBPIE | HARIS SETYAWAN

Baca: Burung Kaki Bayam Digunakan untuk Perawatan Rumput Hibrida Jakarta International Stadium






Warga Kampung Bayam Terlantar, Jakpro Bantah Lepas Tangan

2 hari lalu

Warga Kampung Bayam Terlantar, Jakpro Bantah Lepas Tangan

Warga Kampung Bayam yang tergusur demi pembangunan JIS hingga kini belum bisa menempati Kampung Susun Bayam yang dijanjikan


Tagih Haknya, Warga Kampung Bayam Ancam Demo Terus di Balai Kota hingga Senin

2 hari lalu

Tagih Haknya, Warga Kampung Bayam Ancam Demo Terus di Balai Kota hingga Senin

Warga Kampung Bayam hingga kini belum bisa menempati Kampung Susun Bayam yang dijanjikan Pemprov DKI era Anies Baswedan


Mengenali Sejarah Stadion GBK dan Musisi Luar Negeri yang pernah Konser di Sana

4 hari lalu

Mengenali Sejarah Stadion GBK dan Musisi Luar Negeri yang pernah Konser di Sana

Konser Blackpink dan Raisa di Stadion Gelora Bung Karno atau Stadion GBK awal tahun depan akan batal


Gol Griezmann Dianulir, Timnas Prancis Mengeluh ke FIFA

4 hari lalu

Gol Griezmann Dianulir, Timnas Prancis Mengeluh ke FIFA

Prancis menyatakan gol Antoine Griezmann ke gawang Tunisia dianulir secara keliru. Timnas Prancis tetap lolos ke babak 16 besar meski kalah.


Warga Sebut Anak-Anak Kampung Bayam Sakit saat Menginap di Depan JIS

4 hari lalu

Warga Sebut Anak-Anak Kampung Bayam Sakit saat Menginap di Depan JIS

Warga Kampung Bayam sempat memasang tenda dan menginap di depan JIS sebagai bentuk protes terhadap Pemprov DKI dan Jakpro.


Warga Kampung Bayam Terlantar, DPRD Minta Dinas Cek Janji Anies Baswedan

4 hari lalu

Warga Kampung Bayam Terlantar, DPRD Minta Dinas Cek Janji Anies Baswedan

DPRD DKI meminta Dinas PRKP mempelajari janji yang Anies Baswedan sampaikan ke warga korban penggusuran Kampung Bayam


Cetak Sejarah, Stephanie Frappart Akan Pimpin Laga Kosta Rika vs Jerman di Piala Dunia 2022

4 hari lalu

Cetak Sejarah, Stephanie Frappart Akan Pimpin Laga Kosta Rika vs Jerman di Piala Dunia 2022

Stephanie Frappart bersama dua asisten wasit wanita lainnya akan memimpin laga Kosta Rika vs Timnas Jerman di Piala Dunia 2022.


Perpindahan Federasi Jordi Amat Direstui FIFA, Siap Bela Timnas Indonesia di Piala AFF

5 hari lalu

Perpindahan Federasi Jordi Amat Direstui FIFA, Siap Bela Timnas Indonesia di Piala AFF

Dua pemain naturalisasi, Jordi Amat dan Sandy Walsh, sudah resmi diizinkan pindah status federasi.


FIFA Melarang Kegiatan Non-Sepak Bola di Stadion untuk Piala Dunia U-20

5 hari lalu

FIFA Melarang Kegiatan Non-Sepak Bola di Stadion untuk Piala Dunia U-20

Ada 6 stadion yang bakal digunakan untuk Piala Dunia U-20 2023. Salah satunya ialah Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta.


Sandy Walsh sudah Bisa Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2022, Pemain Naturalisasi Jordi Amat Masih Menunggu

5 hari lalu

Sandy Walsh sudah Bisa Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2022, Pemain Naturalisasi Jordi Amat Masih Menunggu

Turnamen sepak bola Piala AFF 2022 akan berlangsung mulai 20 Desember dan persiapannya telah dimulai sejak Senin pekan ini di Bali.