Berita Liga 1: Borneo FC Uji Coba Lawan Serpong City, Ini Target Milomir Seslija

Reporter

Pemain Borneo FC Samarinda melakukan selebrasi usai gol yang dicetak Diego Michiels (kiri) ke gawang Bhayangkara Fc pada lanjutan Liga 1 di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 13 September 2022. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Memanfaatkan jeda internasional atau FIFA Matchday, Borneo FC akan menggelar pertandingan uji coba menghadapi Serpong City di Stadion Segiri pada Jumat, 23 September 2022. Meski tanpa target khusus, pelatih Borneo FC Milomir Seslija menuturkan uji coba itu penting untuk melihat perkembangan pemain dari beberapa sesi latihan sebelum melanjutkan Liga 1 2022-2023.

"Perkembangan pemain dari beberapa kali latihan sudah bagus. Kami akan melihat seberapa jauh lagi pemahaman soal taktik dari uji coba. Jadi tidak ada target khusus untuk hasil akhir," kata Milomir dikutip dari situs Liga Indonesia Baru.

Milomir tetap menekankan pada pemainnya untuk tampil serius. Musababnya, Borneo akan menghadapi lawan tangguh Madura United FC pada pekan kesebelas Liga 1. "Perlu persiapan yang matang jika ingin mendulang poin penuh. Saya perlu pemain yang sangat siap menghadapi Madura United. Ini laga penting dan kami harus menyiapkannya dengan serius,"  kata dia.

Menghadapi Serpong City, Milomir bakal mencoba seluruh pemainnya. Dia ingin melihat perkembangan penggawa yang jarang mendapat kesempatan tampil. "Saya akan memaksimalkan uji coba untuk melihat kemampuan pemain muda. Serta yang masih minim kesempatan bermain," ujar pelatih yang kerap disapa Milo tersebut.  

Sempat tampil menjanjikan dan bertengger di papan atas klasemen Liga 1 pada awal musim, Borneo FC keteteran. Dari sepuluh pertandingan, mereka kini bertengger di peringkat kelima dengan 20 poin. Mereka berselisih tiga poin dari Madura United yang berada di urutan teratas. 

Borneo FC memberikan waktu libur selama sepekan pada masa FIFA Matchday. Sesi latihan telah kembali dimulai pada Selasa lalu. Miftahuddin Mukson, asisten pelatih Borneo FC, mengatakan secara umum kondisi pemain sangat bagus. Namun, ia sadar betul timnya masih butuh pembenahan di setiap lini. 

Hal paling utama adalah di sektor belakang. Pada tiga pertandingan terakhir, Borneo FC selalu kebobolan lebih dari satu gol saat menghadapi Persikabo 1973, Persita Tangerang, dan Bhayangkara FC. “Unit bertahan akan kami benahi agar tak membuat banyak kesalahan dan tak mudah dibobol lawan. Kelemahan itu sangat terlihat di beberapa pertandingan terakhir,” ujar Miftah.

Di lini depan punya masalah yang sama. Meski mampu mencetak gol di tiap pertandingan, ujar Miftah, para pemain masih banyak membuang kesempatan mencetak gol. “Efektifitas taktik lini depan akan lebih dipertajam lagi, karena masih banyak peluang yang diperoleh belum dapat diselesaikan dengan baik. Di jeda kompetisi ini akan jadi kesempatan untuk pembenahan dua sektor tersebut,” ujar dia.

Menurut Miftah, dilihat dari hasil pertandingan hingga pekan ke-10, Liga 1 musim ini sangat kompetitif. Ia menilai semua tim punya kekuatan merata. “Makanya kami harus adaptif dengan situasi yang berkembang, baik kekuatan lawan maupun penyesuaian pada jadwal kompetisi,” tutur Miftah. 

Baca juga : Di Jeda Liga 1, Luis Milla Gembleng Fisik dan Pola Permainan Baru Persib Bandung






Arema FC Tanggapi Akses Keluar Stadion Kanjuruhan yang Disebut Tertutup Saat Ricuh

2 jam lalu

Arema FC Tanggapi Akses Keluar Stadion Kanjuruhan yang Disebut Tertutup Saat Ricuh

Manajemen Arema FC enggan berspekulasi ihwal akses keluar Stadion Kanjuruhan yang tertutup saat terjadi insiden di lapangan


Ini Pesan Organisasi Hillsborough untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

5 jam lalu

Ini Pesan Organisasi Hillsborough untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Organisasi Hillsborough ikut memberikan dukungan kepada para korban tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 125 orang di stadion.


PSSI Sebut Liga 1 dan Liga 2 Dihentikan, Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 Tetap Digelar tapi Tertutup

5 jam lalu

PSSI Sebut Liga 1 dan Liga 2 Dihentikan, Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 Tetap Digelar tapi Tertutup

PSSI saat ini terus berkomunikasi dengan FIFA setelah terjadinya Tragedi Kanjuruhan.


Arema FC Klaim Tidak Menjual Tiket Melebihi Kapasitas Stadion Kanjuruhan

6 jam lalu

Arema FC Klaim Tidak Menjual Tiket Melebihi Kapasitas Stadion Kanjuruhan

Manajemen Arema FC menegaskan tidak menjual tiket laga melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan melebihi kapasitas.


Pemerintah Tegaskan Fokus Utama Tangani Korban Tragedi Kanjuruhan

8 jam lalu

Pemerintah Tegaskan Fokus Utama Tangani Korban Tragedi Kanjuruhan

Sebanyak 125 orang meninggal dalam tragedi Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Liga 1.


Cerita Suporter Selamatkan Diri saat Terjadinya Tragedi Kanjuruhan Usai Arema FC vs Persebaya

11 jam lalu

Cerita Suporter Selamatkan Diri saat Terjadinya Tragedi Kanjuruhan Usai Arema FC vs Persebaya

Para penonton berhamburan berusaha keluar dari stadion saat polisi menembakkan gas air mata ketika insiden Tragedi Kanjuruhan.


Tragedi Kanjuruhan: Doa Bersama untuk Aremania Digelar di Malang, Surabaya, Jakarta

17 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan: Doa Bersama untuk Aremania Digelar di Malang, Surabaya, Jakarta

Doa bersama untuk Tragedi Kanjuruhan digelar seusai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Sabtu, 1 Oktober 2022.


Menpora: Investigasi Tragedi Kanjuruhan Bakal Profesional, Terbuka dan Serius

19 jam lalu

Menpora: Investigasi Tragedi Kanjuruhan Bakal Profesional, Terbuka dan Serius

Menpora Zainudin Amali mengatakan pemerintah bakal serius dalam melakukan investigasi Tragedi Kanjuruhan di Liga 1 usai laga Arema FC vs Persebaya.


Tragedi Kanjuruhan, Valentino Simanjuntak Mundur sebagai Komentator Liga 1

21 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan, Valentino Simanjuntak Mundur sebagai Komentator Liga 1

Valentino Simanjuntak menyatakan mundur sebagai komentator kompetisi BRI Liga 1 menyusul tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu, 1 Oktober.


Tragedi Kanjuruhan dan Kesaksian Abel Camara tentang Korban Tewas di Ruang Ganti Pemain

21 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan dan Kesaksian Abel Camara tentang Korban Tewas di Ruang Ganti Pemain

Abel Camara mengingat situasi horor yang muncul setelah mendengar suara tembakan gas air mata usai pertandingan Liga 1 lawan Persebaya.