Pengamanan Bubble Match: Upaya Antisipasi Kerusuhan Suporter di Liga Inggris

Reporter

Editor

Nurhadi

Pemain Manchester City Erling Braut Haaland melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Manchester United dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, 2 Oktober 2022. Haaland mencetak hattrick pada laga ini sekaligus membawa Manchester City kalahkan United 6-3. REUTERS/Phil Noble

TEMPO.CO, Jakarta - Rivalitas antarsuporter sepak bola sudah menjadi budaya yang mengakar. Tak jarang, rivalitas yang tidak sehat dapat memicu gesekan yang berujung pada jatuhnya korban jiwa. Guna mencegah bentrokan antar kubu suporter, terdapat berbagai upaya yang dilakukan pihak keamanan. Di Inggris, terdapat prosedur pengamanan ekstra pada laga berisiko tinggi yang dinamakan bubble match.

Apa itu bubble match?

Pihak otoritas Liga Inggris membagi pertandingan di tiga kategori berdasarkan tingkat ancaman keamanan, yakni kategori A, B, dan C. Kategori C merupakan yang dianggap paling berpotensi meyebabkan kerusuhan, biasanya karena adanya rivalitas panas antar suporter. Inilah kategori pertandingan yang disebut bubble match.

Mengutip uraian Brendan O`Neill, jurnalis Inggris di Spectator, pada sejumlah laga bubble match, pihak keamanan melarang suporter untuk menampakkan batang hidung seorang diri di pertandingan guna meminimalisir hal yang tidak diinginkan. Selain itu, mereka wajib mengikuti arahan dari kepolisian dan diawasi.

Baca juga: Pengamanan Laga MU Diperketat 

Suporter akan diarahkan untuk berkumpul di titik yang telah ditentukan. Di sana, mereka akan dijemput oleh bus yang sudah disiapkan. Sebelum naik bus, para suporter akan diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan mereka tidak sedang terlalu mabuk atau emosi. Usai pertandingan, hal yang sama akan dilakukan. Mereka diantar pihak kepolisian ke tempat yang aman.

Pada sejumlah partai dengan kategori bubble matches, suporter lawan tidak diperkenankan memperoleh tiket pertandingan secara langsung. Mereka akan diberikan kwitansi untuk ditukarkan di lokasi yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan sebagai upaya pengecekan ganda guna memastikan mereka yang memegang tiket adalah suporter yang setuju untuk dikawal dan dijaga polisi.

Salah satu contoh penerapan prosedur kemananan bubble match dilakukan di laga Leeds United menghadapi Millwall pada Maret 2013 lalu. Sebagai suporter dari tim yang bertandang, seluruh suporter Millwall ketika itu diarahkan untuk berkumpul di Bermondsey, London, pukul 5.30 pagi. Mereka kemudian dijemput dengan bis dan dibawa dengan pengamanan menuju stadion.

Cara ini bisa dibilang cukup berhasil. Pada musim 2012/2013, dari total 39 juta suporter yang datang ke stadion, hanya ada 2.456 yang diringkus di seluruh pertandingan di Inggris dan Wales. Jumlah itu berarti menandakan hanya kurang dari 0,01 persen suporter yang melakukan tindakan melanggar hukum.

HATTA MUARABAGJA

Baca juga: Menpora dan Kapolri Bahas Kelanjutan Izin Liga 1 dan Format Kompetisi Hari Ini






Suporter Belum Boleh Nonton Liga 1, 2 dan 3, Menpora: Jangan Dianggap Ini Situasi Normal

1 hari lalu

Suporter Belum Boleh Nonton Liga 1, 2 dan 3, Menpora: Jangan Dianggap Ini Situasi Normal

Menurut Menpora kebijakan ini harus diambil karena kondisinya tidak memungkinkan pascatragedi Kanjuruhan di Malang.


Qatar Manfaatkan Momen Piala Dunia 2022 untuk Ubah Persepsi Tentang Islam

2 hari lalu

Qatar Manfaatkan Momen Piala Dunia 2022 untuk Ubah Persepsi Tentang Islam

Qatar yang memiliki masjid-masjid megah, mengenalkan wajah Islam yang ramah kepada suporter sepak bola dalam momen Piala Dunia 2022.


Pemerintah Izinkan Liga 1 Dilanjutkan setelah Dihentikan karena Tragedi Kanjuruhan

2 hari lalu

Pemerintah Izinkan Liga 1 Dilanjutkan setelah Dihentikan karena Tragedi Kanjuruhan

Liga 1 ini digelar secara bubble dan tanpa penonton.


Pele Yakinkan Penggemar Soal Kondisi Kesehatannya Lewat Media Sosial : Saya Kuat

3 hari lalu

Pele Yakinkan Penggemar Soal Kondisi Kesehatannya Lewat Media Sosial : Saya Kuat

Pele memberikan kabar terbaru mengenai kondisi kesehatannya lewat pesan yang diunggah di akun Instagram pribadinya.


Football Fable di Free Fire: Poin, Senjata, Misi, dan Reward

5 hari lalu

Football Fable di Free Fire: Poin, Senjata, Misi, dan Reward

Garena meluncurkan acara global Football Fable di Free Fire yang telah dimulai sejak 30 November 2022 hingga 18 Desember 2022 nanti.


Stephanie Frappart Dapat Dukungan Jadi Wasit Pertandingan Jerman Lawan Kosta Rika

6 hari lalu

Stephanie Frappart Dapat Dukungan Jadi Wasit Pertandingan Jerman Lawan Kosta Rika

Stephanie Frappart mencatatkan diri dalam sejarah sebagai wasit perempuan pertama di Piala Dunia khusus laki-laki.


Melihat Kemegahan Stadion Lusail Qatar, Tempat Final Piala Dunia 2022 Akan Digelar

6 hari lalu

Melihat Kemegahan Stadion Lusail Qatar, Tempat Final Piala Dunia 2022 Akan Digelar

Stadion Lusail akan menggelar sejumlah pertandingan beberapa di antaranya adalah semifinal dan final.


Amerika Serikat Lawan Iran di Piala Dunia 2022, Banyak Meme Lucu Tersebar di Media Sosial

7 hari lalu

Amerika Serikat Lawan Iran di Piala Dunia 2022, Banyak Meme Lucu Tersebar di Media Sosial

Beberapa penggemar sepak bola menyebut pertandingan Amerika Serikat melawan Iran di Piala Dunia 2022 sebagai pertandingan 'Piala Perang'.


Tim Sepak Bola Iran Akhirnya Nyanyikan Lagu Kebangsaan di Piala Dunia 2022

8 hari lalu

Tim Sepak Bola Iran Akhirnya Nyanyikan Lagu Kebangsaan di Piala Dunia 2022

Tim nasional sepak bola Iran akhirnya menyanyikan lagu nasional Iran dalam laga melawan tim nasional sepak bola Amerika Serikat di Piala Dunia 2022


Gelandang Timnas Portugal Tanggapi Aksi Pria yang Bawa Bendera Pelangi di Piala Dunia 2022

8 hari lalu

Gelandang Timnas Portugal Tanggapi Aksi Pria yang Bawa Bendera Pelangi di Piala Dunia 2022

Laga Portugal vs Uruguay di Piala Dunia 2022 sempat dihentikan saat seorang pria yang membawa bendera pelangi masuk ke lapangan.