Kasus Tragedi Kanjuruhan, Autopsi Dua Korban Meninggal Akan Dilakukan Sabtu Depan

Reporter

Seorang suporter Arema FC (Aremania) menaburkan bunga di depan pintu tribun 13 Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Selasa, 4 Oktober 2022. Sebanyak 135 orang tewas dan ratusan lainnya terluka karena berdesakan menuju pintu keluar setelah polisi menembakkan gas air mata di dalam stadion untuk menghalau penonton yang masuk lapangan seusai pertandingan. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

TEMPO.CO, Jakarta - Autopsi dua korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan rencananya akan dilakukan pada Sabtu, 5 November 2022, untuk menemukan penyebab kematiannya. 

Kuasa hukum Devi Athok, Imam Hidayat, mengatakan autopsi dua putri kliennya itu akan dilakukan setelah pihak keluarga memberikan pernyataan bersedia. "Pelaksanaan dilakukan pada 5 November 2022, kurang lebih pukul 09.00 WIB, ini harus dikawal," kata dia di Kota Malang, Senin, 31 Oktober 2022 seperti dikutip dari Antara.

Imam mengungkapkan, pihaknya selaku kuasa hukum korban akan dipanggil Kepolisian Daerah Jawa Timur dalam waktu dekat ini terkait dengan rencana pelaksanaan autopsi terhadap dua jenazah N dan N. 

Dalam pelaksanaan aoutopsi tersebut, kata Imam, akan melibatkan enam ahli. Salah satu di antaranya berasal dari Tim Kedokteran Kepolisian (Dokpol). Lima lainnya berasal dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) dan universitas.

"Jadi dokter forensik itu ada enam. Kemarin khawatir itu hanya akan dari Dokpol. Tapi ternyata dari Dokpol hanya satu, lainnya PDFI, bisa dari universitas," ujarnya.

Saat ini, Imam menjelaskan, keluarga korban mendapatkan perlindungan melekat dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Karena adanya perlindungan itu, keluarga korban berani meminta dilakukan autopsi.

"Keluarga dapat perlindungan melekat dari LPSK. Jadi melekat ke mana-mana dengan petugas LPSK, makanya berani kemudian menyatakan kesediaannya kembali untuk autopsi," ujarnya.

Pernyataan persetujuan untuk pelaksanaan autopsi tersebut telah disampaikan kepada LPSK dan selanjutnya diteruskan ke Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Surat dari pihak keluarga yang menyatakan bersedia untuk pelaksanaan autopsi tersebut sudah disampaikan kepada LPSK pada 24 Oktober 2022. Selain melalui LPSK, pengiriman surat tersebut dilakukan secara daring kepada pihak terkait.

Devi Athok merupakan warga Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dua putranya termasuk dalam 135 korban meninggal dalam tragedi Kanjurhan. 

Sebelumnya pelaksanaan autopsi korban dibatalkan

Pihak keluarga korban meninggal tragedi Kanjuruhan sebelumnya sudah sempat menyetujui proses autopsi tersebut, tetapi dibatalkan.

Pada 17 Oktober 2022, Polda Jawa Timur menyatakan bahwa langkah untuk melakukan tindakan autopsi kepada dua korban tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dibatalkan.

Pembatalan itu terjadi karena  pihak keluarga tidak memberikan izin. Saat itu kepolisian menyatakan bahwa pembatalan autopsi tersebut bukan karena ada intimidasi kepada keluarga korban.

Tragedi Kanjuruhan terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Sabtu, 1 Oktober lalu. Ketika itu, laga berakhir dengan kekalahan tuan rumah 2-3, sehingga mengakibatkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.

Sebanyak 135 korban tragedi Kanjuruhan yang meninggal yang dilaporkan penyebabnya beragam, ada yang mengalami patah tulang, trauma di kepala, leher, dan asfiksia atau kadar oksigen dalam tubuh berkurang. Ratusan orang mengalami luka-luka ringan hingga berat.

Baca Juga: Terima Laporan Soal KLB PSSI dari Menpora, Begini Reaksi Presiden Jokowi






Manchester City Terancam Degradasi Akibat Financial Fair Play, Begini Pengertian FFP

12 jam lalu

Manchester City Terancam Degradasi Akibat Financial Fair Play, Begini Pengertian FFP

Manchester City diduga telah melakukan beberapa pelanggaran financial fair play atau FFP. tahukah pengertian FFP?


Penangkapan Petani Banyuwangi, Polisi Tuding Menyebarkan Kabar Bohong Pemicu Bentrok

15 jam lalu

Penangkapan Petani Banyuwangi, Polisi Tuding Menyebarkan Kabar Bohong Pemicu Bentrok

Polisi menjelaskan alasan menangkap tiga petani Desa Pakel, Kabupaten Banyuwangi, Mulyadi, Suwarno dan Untung, pada Jumat malam pekan lalu.


Erick Thohir: Saya Bukan Orang Baru di Sepak Bola Indonesia

18 jam lalu

Erick Thohir: Saya Bukan Orang Baru di Sepak Bola Indonesia

Menteri BUMN yang sudah ditetapkan sebagai calon ketua umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa dirinya bukan orang baru di sepak bola Indonesia.


Archipelago Menggelar Kompetisi Mini Soccer di Sentul

1 hari lalu

Archipelago Menggelar Kompetisi Mini Soccer di Sentul

Tim tuan rumah yang merupakan gabungan dari The Alana dan Hotel NEO+ Green Savana keluar sebagai juara pertama.


Mantan Sekjen PSSI Nugraha Besoes Meninggal di Usia 81 Tahun

2 hari lalu

Mantan Sekjen PSSI Nugraha Besoes Meninggal di Usia 81 Tahun

Semasa hidupnya, Nurgaha Besoes, menjadi Sekjen PSSI dalam lima periode, termasuk dua periode di era Nurdin Halid.


Penasihat Hukum Ketua Panpel Arema FC Rujuk Laporan TGIPF Tragedi Kanjuruhan untuk Materi Pleidoi

4 hari lalu

Penasihat Hukum Ketua Panpel Arema FC Rujuk Laporan TGIPF Tragedi Kanjuruhan untuk Materi Pleidoi

Penasihat hukum berkukuh bahwa Abdul Haris dan Suko Sutrisno, yang dituntut 6 tahun 8 bulan, tidak bertanggung jawab timbulnya tragedi Kanjuruhan.


Tiga Petani Desa Pakel Banyuwangi Ditangkap Polisi Buntut Konflik Lahan dengan Korporasi

4 hari lalu

Tiga Petani Desa Pakel Banyuwangi Ditangkap Polisi Buntut Konflik Lahan dengan Korporasi

Kuasa hukum korban Habibus Shalihin mengatakan penangkapan tersebut ada kaitannya dengan konflik lahan dengan korporasi.


Persita Tangerang Klaim Kecolongan di Kasus Pelemparan Bus Persis Solo, Kini Evaluasi Mendalam

4 hari lalu

Persita Tangerang Klaim Kecolongan di Kasus Pelemparan Bus Persis Solo, Kini Evaluasi Mendalam

Tim ofisial Persita Tangerang menyebut tidak ada penambahan tersangka dalam kasus pelemparan bus Persis Solo yang terjadi di Tangerang


Dua Terdakwa Kasus Tragedi Kanjuruhan Dituntut 6 Tahun 8 Bulan Penjara

5 hari lalu

Dua Terdakwa Kasus Tragedi Kanjuruhan Dituntut 6 Tahun 8 Bulan Penjara

Dua orang terdakwa kasus tragedi Kanjuruhan Malang, yakni Suko Sutrisno dan Abdul Haris dituntut 6 tahun 8 bulan penjara


Berita Liga 1: Arema FC Akan Pakai Stadion PTIK Jakarta Selatan sebagai Kandang di Putaran Kedua

5 hari lalu

Berita Liga 1: Arema FC Akan Pakai Stadion PTIK Jakarta Selatan sebagai Kandang di Putaran Kedua

Arema FC menggunakan Stadion PTIK Jakarta Selatan sebagai kandang untuk Liga 1 putaran kedua 2022-2023 sesuai dengan aturan PT LIB.