Mourinho Menghadang Sejarah di Nou Camp  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jose Mourinho. AP Photo

    Jose Mourinho. AP Photo

    TEMPO Interaktif, Barcelona - Jose Mourinho dan Inter Milan dipuji habis-habisan karena menghajar Barcelona di leg pertama semifinal Liga Champions, pekan lalu. Tapi mengulang prestasi itu di Camp Nou, Rabu malam, adalah perkara berbeda.

    Inter sudah melangkahkan satu kakinya ke dinal berkat kemenangan 3-1 di San Siro. Tapi Lionel Messi, mantan striker Zlatan Ibrahimovic, orkestra lini tengah dari Xavi, serta 100.000 fans yang mendukungnya, Barca punya modal mengejar ketertinggalan mereka.

    "Kami harus ambisius dan mencetak gol sebanyak mungkin," kata bek Barca Gerard Pique. "Bahkan jika kita mencetak dua gol dan mereka bisa mencetak satu, kami akan tersingkir."

    Kubu Barca bergembira mendengar kabar playmaker Inter, Wesley Sneijder, diragukan untuk tampil. Pemain yang mencetak satu gol di leg pertama itu cedera ketika Inter menang 3-1 atas Atalanta, akhir pekan kemarin.

    Barca punya modal bermain di kandang. Di 17 laga kandang La Liga Spanyol musim ini, Barca tak pernah kalah. Mereka memetik 16 kemenangan dan hanya sekali seri.

    Di Liga Champions, mereka melesakkan empat gol ke gawang VfB Stuttgart dan Arsenal di dua laga terakhir di Nou Camp. Messi mencetak dua gol saat melawan wakil Jerman dan keempat gol saat menggasak Arsenal. Dan mengulangi keberhasilan menundukkan Inter 2-0 seperti pada laga fase grup November lalu, sudah cukup untuk meloloskan mereka.

    Sejarah juga berpihak pada tuan rumah.

    Dua kali Barca kalah 3-1 pada leg pertama Liga Champions didapatkan dari Dynamo Kiev pada 1993-1994 dan Chelsea tahun 1999/2000. Namun mereka mengamuk dan membalikkan keadaan dengan menang 4-1 dan 5-1 di leg kedua.

    Oke, itu dari sisi Barca. Tapi Inter kini bukanlah Inter yang dikenal sebagai tim yang kerap loyo di Liga Champions. Tangan dingin Mourinho menjadi salah satu kunci sukses Nerrazurri musim ini.

    Mourinho seolah punya kebiasaan mendepak bekas klubnya. Ia menyingkirkan Chelsea di babak 16 besar. Dan kini ia memiliki kesempatan menundukkan klub dimana ia pernah menjadi asisten pelatih Bobby Robson dan Louis van Gaal. Apalagi Inter tengah dibalut motivasi tinggi menambah gelar Eropa mereka setelah tahun 1964 dan 1965.

    Di leg pertama, Mou sukses menerapkan strategi yang mematikan Xavi dan Messi. Masalahnya, saat ini mereka tak diperkuat Sneijder sementara kondisi Goran Pandev juga masih meragukan. Mou kemungkinan akan memainkan Mario Balotelli yang 'diistirahatkan' saat menghadapi Atalanta gara-gara ulahnya di leg pertama.

    Bek kiri Cristian Chivu, yang mencetak gol pertamanya untuk Inter dalam tiga tahun, akan dimainkan seandainya kapten Javier Zanetti diplot ke tengah menggantikan Sneijder. "Ini adalah saat bersejarah bagi kami. Kami harus memberi semuanya," kata Chivu.

    REUTERS | RAJU FEBRIAN

    PERKIRAAN PEMAIN:

    Barcelona (4-3-3): 1-Victor Valdes; 2-Daniel Alves, 3-Gerard Pique, 18-Gabriel Milito, 22-Eric Abidal; 16-Sergio Busquets, 6-Xavi, 24-Yaya Toure; 10-Lionel Messi, 9-Zlatan Ibrahimovic, 17-Pedro.

    Inter Milan (4-3-3): 12-Julio Cesar; 13-Maicon, 25-Walter Samuel, 6-Lucio, 4-Javier Zanetti; 19-Esteban Cambiasso, 8-Thiago Motta, 11-Sulley Muntari; 9-Samuel Eto’o, 22-Diego Milito, 27-Goran Pandev.

    Wasit: Frank De Bleeckere (Belgia)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.