Pelatih PSM Merasa Dicurangi Wasit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tumpak Sihite. TEMPO/Zulkarnain

    Tumpak Sihite. TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO Interaktif, Makassar - Kekalahan PSM Makassar oleh Persija Jakarta dengan skor 0-2 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (29/4)  dinilai Pelatih Kepala PSM Tumpak Sihite berbau kecurangan. “Kekalahan ini menjadi pelajar bagi kami. Saya juga tidak ingin perpanjang meski keputusan wasit berat sebelah,” kata Tumpak kepada Tempo melalui telepon selular, Ksmia malam.

    Tumpak mengakui, secara keseluruhan pemain Beny Dolo sangat bagus, tapi yang disesalkannya adalah keputusan wasit Oki yang tidak memberikan titik putih terhadap pemain PSM setelah Diva Tarkas di tackling di wilayah kotak pinalti oleh Firman Utina. Osvaldo yang memprotes keputusan wasit tidak diberikan titik putih. Begitu pun saat Osvaldo di jatuhkan oleh pemain belakang Persija di babak pertama ini.

    Meski begitu, kata dia, pihaknya tetap legowo atas kekalahan timnya. Dia mengakui kekalahan tersebut, karena kondisi timnya kurang fit dan semuanya  pemain inti. Shin Hyun Joon, Luis Alejandro Pena dan Park Ji Sung, sebagai contoh, ditarik keluar dan diganti oleh beberapa pemain seperti Syamsul Chairuddin, Fadly M dan Aditya Putra Dewa.

    Terbukti beberapa pemainnya memiliki banyak peluang, tapi tak satupun gol tercipta.Termasuk saat Osvaldo yang lolos dari jebakan offside tinggal berhadapan dengan M Yasir, serta tendangan melengkung Park yang masih tipis di sisi kanan gawang Persija, sehingga atas kekalahan ini ia sepenuhnya tidak menyalahkan timnya.

    Dengan beberapa waktu jedah sembilan hari melawan PSPS Pekan Baru yakni tanggal 4 mei mendatang ia berharap para pemainnya sudah pada pulih.“Saya berharap demikian. Dengan waktu cukup lama itu saya rasa sudah bagus dalam proses penyembuhan,” ucapnya.

    ARDIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.