Pagi Ini Ratusan Persikmania Demo Kepolisian Persik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kediri - Ratusan pendukung kesebelasan Persik Kediri pagi ini (30/4) akan berunjuk rasa di kantor Kepolisian Resor Kota Kediri. Mereka menuntut Kepala Kepolisian Resor Kota Kediri Ajun Komisaris Besar Polisi Rastra Gunawan bertanggung jawab atas gagalnya pertandingan Persik – Persebaya yang membuat tim kesayangan mereka terancam degradasi.

    Alif Yoshikatsu, salah satu Persikmania dari Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Kota Kediri yang juga penggagas 'Gerakan 1.000.000 Facebooker Dukung Penyelamatan Persik dari Zona Degradasi', mengaku kecewa dengan kebijakan kepolisian. Polisi dinilai terlalu pengecut untuk mengamankan pertandingan Persik melawan Persebaya di Stadion Brawijaya Kediri, Kamis (29/4), hingga membuat panitia pertandingan gagal menggelar. “Kami minta pertanggung jawaban Kapolres,” kata Alif kepada Tempo, Jumat (30/4).

    Batalnya pertandingan tersebut, menurut Alif, berdampak pada nasib Persik di Liga Djarum Super League. Setelah bersusah payah keluar dari zona degradasi, tim berjuluk “Macan Putih” ini harus kembali terpuruk karena kehilangan tiga poin. Sanksi tersebut diberikan menyusul gagalnya Panitia Pelaksana Persik melaksanakan pertandingan.

    Sejumlah pedukung Persik lain bahkan dengan tegas akan mengusir Kapolresta dari Kediri karena dianggap tidak bisa melayani kebutuhan masyarakat. Mereka menilai polisi terlalu pengecut untuk mengamankan pertandingan hingga memilih mengorbankan ribuan pendukung Persik. “Kalau Persik degradasi, Kapolres harus angkat kaki juga dari Kediri,” kata Persikmania yang enggan disebutkan nama dia.

    Kapolresta Kediri Rastra Gunawan berjanji akan menghormati aksi tersebut. Dia hanya berharap aksi tersebut tidak anarkis hingga memancing petugas bertindak tegas. “Silakan unjuk rasa dengan baik,” kata dia.

    Dia tetap bersikukuh jika pelarangan kemarin sudah benar dan sesuai prosedur pengamanan. Selain mendekati pelaksanaan pemilihan kepala daerah Kabupaten Kediri dan peringatan Hari Buruh, sepak terjang bonek sudah tidak bisa diterima lagi di luar daerah.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?