Manajemen Ingkar Janji, Benitez Ancam Hengkang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rafael Benitez. AP

    Rafael Benitez. AP

    TEMPO Interaktif, Liverpool - Hanya beberapa jam menjelang laga melawan Chelsea, manajer Liverpool Rafael Benitez membuka pintu perpisahan dengan klub Anfield itu. Ia menuding manajemen klub ingar janji untuk membeli pemain baru ketika ia menandatangani kontrak lima tahun, musim lalu.

    Benitez, yang tengah dikejar klub raksasa Italia Juventus, menyamakan situasi Liverpool saat ini dengan suasana ketika ia meninggalkan Valencia pada 2004 setelah dirinya dan klub Spanyol itu bentrok soal transfer pemain.

    Pelatih asal Spayol itu akan memimpin Liverpool untuk laga kandang terkahir melawan Chelsea, malam ini. Kemenangan akan membantu Manchester United menyalip rekor mereka juara 18 kali di Liga Primer. Namun Liverpool punya reputasi sendiri yang harus dipertahankan. Mereka baru saja terdepak dari Liga Eropa oleh Atletico Madrid, Kamis kemarin.

    "Saya memutuskan untuk menandatangani perpanjangan karena skuad ini sangat baik dan kami punya uang. Namun kondisi berubah,” katanya. "Kami memiliki musim yang buruk dan mudah-mudahan akan berubah. Tapi saat ini saya tidak bisa bicara tentang masa depan karena saya tidak tahu apa yang terjadi.”

    "Saya meninggalkan Valencia (untuk Liverpool pada tahun 2004) karena kondisi berubah. Ini bukan pertanyaan tentang uang saya tinggal di Liverpool. Aku menolak tawaran besar klub lain,” tambahnya.

    Sikap frustrasi Benitez ini berbeda dengan Liverpool yang bersikeras mengatakan posisinya aman meski sudah empat tahun gagal memberikan gelar di Liga Primer. Tak ayal rumor mengenai kepindahannya ke Turin menangani Juventus kian kencang berhembus.

    DAILYMAIL | RAJU FEBRIAN.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.