Ronaldo Boleh Kembali, Asal...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cristiano Ronaldo. AP/Daniel Ochoa de Olza

    Cristiano Ronaldo. AP/Daniel Ochoa de Olza

    TEMPO Interaktif , Manchester:Manchester United kesulitan mempertahankan dominasinya selepas kepergian Cristiano Ronaldo ke Real Madrid. Fergie menegaskan pihaknya akan selalu bisa menyediakan dana 80 juta pound sterling (Rp 1,3 triliun) untuk membeli pemain.

    Namun, Fergie menegaskan ia tidak akan membuang 60 juta pound sterling (Rp 827 miliar) hanya untuk membeli seorang pemain. The Scot mengaku tidak akan membeli pemain kecuali mempunyai kualitas sekaliber CR9.

    Ketika ditanya apakah ia ingin menguras kas klub untuk membeli Lionel Messi, Fergie menjawab “Tidak, saya tidak akan membayar Rp 827 miliar) untuk membawa kembali Ronaldo. Namun itu bukan masalahnya”.

    Fergie melihat harga pemain di pasaran masih fluktuatif. Ia melihat peluang untuk membeli pemain bintang dengan harga relatif murah. “Agen pemain mendatangi pencari bakat di MU dan mengatakan pemain ini harganya bisa turun dari 10 mencapai 8 juta pound sterling. Sekarang ia masih berharga 42 juta,” ungkapnya.

    Nilai tukar pound sterling ke euro juga menjadi alasan Fergie ogah mengeluarkan uang besar untuk membeli pemain. “Anda membeli pemain dengan nilai transfer 40 juta pound sterling, kemudian Anda harus menggajinya. Dengan kontrak lima tahun kita membicarakan gaji 8 juta setahun. Bukannya berharga 42 juta pemain itu berbanderol 82 juta,” kata Fergie.

    Fergie membantah rumor jika keluarga Glazer mempengaruhi keputusan dalam membeli pemain. “Mereka justru telah memberi saya 20 juta untuk membeli tiga pemain dan kapanpun kami minta. Contohnya ketika saya membeli Dimitar Berbatov, mereka mendukung ini,” tutup manajer 68 tahun itu.

    SOCCERNET | BAGUS WIJANARKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.