Diego Tak Yakin Dipanggil ke Piala Dunia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Massimo Pinca

    AP/Massimo Pinca

    TEMPO Interaktif, Turin - Playmaker Juventus Diego mengakui dirinya tidak berharap memperkuat Brasil di Piala Dunia 2010. Pemain 25 tahun itu tampil buruk bersama S Nyonya Tua sehingga diperkirakan takkan masuk dalam daftar rencana Dunga di Afrika Selatan.

    Saat ditanya apakah penampilan buruknya bersama Juventus mempengaruhi peluangnya, Diego menjawab, "Yang bisa saya katakan adalah saya siap bermain di Piala Dunia. Meskipun saya tahu sulit berada di sana, saya masih punya harapan. Saya bermain dua tahun di bawah Carlos Alberto Parreira dan juga dua setengah tahun bersama Dunga."

    "Dia tahu nilai saya dan cara saya bermain. Saya 100 persen siap jika dia membutuhkan saya. Saya tidak pernah memiliki masalah dengan manajer tim nasional. (Kalaupun tidak dipanggil) ini hanya karena alasan sepakbola," tambahnya.

    Juventus sendiri tampil buruk musim ini. Mereka dipastikan gagal meraih tiket ke Liga Champions musim depan karena hanya berada di peringkat tujuh klasemen.

    "Tidak karena satu faktor saja, tapi banyak. hampir 65 pemain cedera musim ini. Beberapa pekan ini, dua atau tiga pemain, absen. Lainnya, bahkan lebih," katanya.

    Namun ia mengakui jika perubahan karakter antara Seri A Italia dan Bundesliga ketika memperkuat Werder Bremen juga menjadi salah satu faktor. Diego dibeli Juve 25 juta pound sterling dari Bremen musim lalu.

    "Sepak bola Italia dan Jerman sangat berbeda. Di Bundesliga, terutama di Werder Bremen, saya selalu bermain sepakbola menyerang. Di Italia, tim lebih kompak dan fokus pada pertahanan. Anda harus terbiasa dengan itu. Itulah perbedaan utama bagi saya," kata dia.

    FOOTBALL-ITALIA | RAJU FEBRIAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.