Persebaya Tekuk Persibo 2-1  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kesebelasan Persebaya Surabaya. TEMPO/Zulkarnain

    Kesebelasan Persebaya Surabaya. TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO Interaktif, Surabaya - Persebaya Surabaya menundukkan Persibo Bojonegoro 2-1 dalam babak 16 besar turnamen Piala Indonesia 2010 Grup K di Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (9/5).

    Bek sayap kiri Supriyono memborong dua gol kemenangan Persebaya, masing-masing di menit ke 58 dan 62. Persibo baru berhasil memperkecil ketertinggalannya pada menit ke-84 berkat sundulan pemain pengganti, Busiri.

    Pelatih Persebaya, Rudy Keltjes menilai kemenangan yang diraih Persebaya lebih disebabkan oleh kemujuran. Alasannya, Persibo tampil ngotot sehingga menyulitkan upaya tim berjuluk Bajul Ijo itu untuk mencetak gol di babak pertama. "Kami banyak peluang, tapi gagal memperbanyak gol akibat kengototan Persibo," kata Keltjes.

    Adapun pelatih Persibo, Sartono Anwar memilih merendah menyikapi kekalahan anak-anak asuhnya. Menurutnya, kekalahan yang diderita klub berjuluk Laskar Angling Dharma itu masih wajar. "Sebab kualitas pemain kami satu level di bawah Persebaya," kata pelatih senior itu.

    Bermain di bawah puluhan ribu tatapan mata pendukungnya, Persebaya berinisiatif mengendalikan permainan sejak awal. Namun tak mudah mendikte anak-anak Bojonegoro yang bermain impresif.

    Serangan demi serangan yang dilancarkan Andi Odang dan Andik Vermansyah berhasil dipatahkan lini belakang Persibo. Kendati dibobol dua kali, namun secara umum penampilan benteng terakhir Persibo, Hari Prasetyo cukup gemilang.

    Kegemilangan Hari berlanjut di babak kedua. Buktinya, Persebaya tetap tak bisa menambah gol meski Keltjes telah memasukkan tambahan striker, yakni Korinus Fingkrew.

    KUKUH S WIBOWO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.