Sriwijaya Belum Mampu Bangkit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Sriwijaya FC masih belum mampu bangkit dari keterpurukannya. Jadwal padat yang harus mereka hadapi di tiga kompetisi, yaitu Djarum Indonesia Super League, Piala Indonesia, dan Piala AFC, membuat permainan Keith Kayamba Gumb dan kawan-kawan jauh dari konsisten.

    Setelah kalah dari Persipura Jayapura 1-2 di Liga Super dan ditahan imbang Persija Jakarta tanpa gol di Piala Indonesia, kini giliran Persisam Putra Samarinda yang menahan menahan tim berjulukan Laskar Wong Kito itu. Bermain di Stadion Jakabaring Palembang di ajang Piala Indonesia, Sriwijaya dan Persisam membagi angka sama setelah bermain 2-2, Senin (10/5).

    Dalam pertandingan itu, Sriwijaya bahkan dua kali tertinggal. Penyerang asal Thailand, Pipat Thonkaya, membuka gol pertama Persisam di menit ke-12. Mendapat umpan dari Ronald Fagundaez di dalam kotak pinalti, Pipat memotong bola di depan penjaga gawang Sriwijaya, Ferry Rotinsulu. Tim tuan rumah membalas lewat gol Rahmat Rivai di menit ke-26 setelah mendapat umpan dari Oktavinanus yang menusuk dari sayap kiri.

    Meski menguasai permainan di babak kedua, lagi-lagi Sriwijaya tertinggal oleh gol Pipat di menit ke-76. Pipat mencetak golnya setelah meneruskan tandukan Zaenal Arif yang menyambut tendangan sudut. Kemenangan Persisam di depan mata pupus setelah pemain pengganti Arif Suyono mencetak gol penyeimbang di menit ke-88.

    Pelatih Sriwijaya, Rahmad Darmawan, menyatakan bahwa semua orang tahu kalau Sriwijaya sedang terganjal jadwal padat sehingga gagal menunjukkan permainan yang optimal. Namun Rahmad menyatakan akan menyelesaikan semua kewajibannya meski cukup sulit harus bermain dua hari sekali. “Tidak ada alasan bagi saya untuk mengeluh atau apa. Tak ada excuse dari saya. Semua akan saya hadapi meski berat. Kami harus terus melakukan rotasi untuk menjaga kebugaran pemain,” kata Rahmad saat dihubungi Tempo.

    Rahmad menilai permainan anak asuhnya melawan Persisam sudah cukup membuatnya puas. Sriwijaya, kata Rahmad, hanya kurang beruntung dalam laga ini. Para pemain Sriwijaya memang punya segudang peluang yang gagal menjadi gol, termasuk tendangan pinalti Pavel Solomin di menit ke-14 yang gagal masuk. Jadi, meski gagal menang, mantan pelatih Persita Tangerang dan Persipura itu tetap mengungkapkan rasa syukurnya. “Kami masih beruntung bisa bernafas lewat gol balasan menjelang pertandingan usai. Kalau kalah, itu akan memperberat langkah kami,” ungkapnya.

    Peluang Sriwijaya, Rahmad mengatakan, juga masih ada meski belum berhasil menang satu kali pun di babak grup enam belas besar ini. “Kami masih punya peluang lolos karena di pertandingan terakhir akan melawan PS Mojokerto Putro sementara Persisam dan Persija akan saling berhadapan,” ujarnya.

    Pertandingan antara Sriwijaya melawan Mojokerto Putra akan dilangsungkan pada Jumat (14/5). Namun sebelum laga penentuan itu, Sriwijaya harus berjibaku di Piala AFC melawan tim asal Thailand, Thai Port, di Stadion Jakabaring pada Rabu (12/5).

    ARIS M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.