Fulham Vs Atletico: Duel Dua Tim Bayangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atletico Madrid. AP Photo/Victor R. Caivano

    Atletico Madrid. AP Photo/Victor R. Caivano

    TEMPO Interaktif, Hamburg - Final Liga Eropa musim 2009-2010, akan mempertemukan dua tim yang selama ini hidup di bawah bayang-bayang rival sekotanya, Fulham dan Atletico Madrid. Laga di Hamburg Arena, Rabu (12/5) malam, akan menjadi kesempatan Fulham merebut trofi pertama dalam 131 sejarah mereka. Sedangkan bagi Atletico inilah peluang mereka setelah trofi Piala Winners Eropa 1961-1962.

    Dibandingkan klub kota London lainnya--West Ham United, Tottenham Hotspur, Chelsea, Charlton Athletic, dan Arsenal--Fulham belumlah apa-apa. Satu-satunya gelar bergengsi Fulham adalah Piala Intertoto 2002.

    Setelah selamat dari jurang degradasi dua musim lalu, Fulham di bawah Roy Hudgson tampil luar biasa. Setelah memulai kualifikasi melawan klub Lithuania FK Vetra pada 30 Juli, Fulham sukses menyingkirkan nama-nama besar seperti AS Roma, CSKA Sofia, dan FC Basel. Di babak knockout, prestasi ini berlanjut dengan membungkam juara bertahan Shakhtar Donetsk, raksasa Italia Juventus, juara Jerman VfL Wolfsburg, sebelum menghempaskan SV Hamburg di semifinal.

    "Ketika kami memulai kompetisi ini, kami sama sekali tidak berpikir soal lolos ke final," kata bek Fulham Brede Hangeland. "Target kami adalah salamat di Liga (Primer Inggris). Tapi setelah makin dekat, terutama setelah mengalahkan Juventus, kami berpikir kenapa tidak?"

    Kunci sukses Fulham adalah racikan Hudgson. Mantan pelatih Inter Milan itu menarik Bobby Zamora, mantan striker Tottenham Hotspur dan West Ham. Zoltan Gera, gelandang yang dibawa dari West Brom, menjadi andalan di lini tengah. Pemain Irlandia, Damien Duff, pemain Amerika, Clint Demsey, serta kiper Australia, Mark Schwarzer juga andil bagi kekuatan Fulham musim ini.

    Menghadapi pertandingan ini, Zamora yang total mengemas 8 gol di kompetisi ini dan Duff tengah berjuang untuk pulih dari cedera.

    Tidak seperti Fulham, Atletico punya pengalaman lebih kaya di ranah Eropa. Meski terakhir kali mereka tampil di final pada Piala Winners Eropa 1986.

    Dijuluki 'Los Sufridores' (pecundang) karena kalah tenar dibandingkan klub sekotanya, Real Madrid, Atletico punya modal lebih baik. Diego Forlan, Antonio Reyes dan Sergio Aguero, menjadi andalan mendobrak pertahanan lawan.

    Seteleh melewati hadangan Werder Bremen, Nacional, dan Austria Viena di babak grup, Atletico menundukkan Galatasaray, Sporting, Valencia, dan terakhir favorit juara Liverpool di babak semifinal.

    Satu kemiripan Atletico dan Fulham adalah pelatih baru. Quique Sanchez Flores ditunjuk bulan Oktober lalu ketika mereka terpuruk di papan bawah. Kini Los Rojiblancos, julukan Atletico, berpeluang juara di Liga Eropa dan Copa del Rey menghadapi Sevilla, pekan depan.

    "Kami harus tampil sebaik mungkin. Kami menghormati Fulham," kata Sanchez Flores. "Ketika sebuah tim lolos ke final dengan menyingkirkan tim-tim top, kami tak boleh meremehkan mereka."

    AP | REUTERS | RAJU FEBRIAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.