Perang Bubat Inter Milan - Roma

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Alessandra Tarantino

    AP/Alessandra Tarantino

    TEMPO Interaktif, roma - Pertandingan 90 menit serta tim yang sudah terdegradasi, Siena, yang berdiri di antara Inter Milan dan gelar scudetto Seri A kelima mereka secara beruntun. Tapi Inter tak bisa lengah, karena AS Roma siap mencuri mahkota juara di tikungan jalan.

    Inter memasuki giornata ke-38 pekan ini dengan keunggulan dua poin atas Roma. Meski lawannya hanya Siena, laga di Artemio Franchi Montepaschi Arena ini tak bisa dipandang sebelah mata oleh Inter. Seri atau bahkan kalah, maka Roma akan memiliki keuntungan, karena unggul rekor head-to-head atas Inter.

    Dalam dua pertemuan musim ini, Il Lupi sukses menahan Inter 1-1 di Giuseppe Meazza pada 8 November 2009, sebelum memetik kemenangan 2-1 di Olimpico pada 27 Maret lalu. Roma sendiri akan menghadapi Chievo, yang dikalahkan 3-4 oleh Inter, pekan lalu.

    "Saya meminta fan dan rekan-rekan tidak patah semangat serta terus berharap," kata kapten Roma, Francesco Totti. "Kami akan melakoni pertandingan terakhir musim ini dan masih memiliki peluang meraih gelar juara. Kami akan bertarung sampai akhir untuk meraih kemenangan atas Chievo dan menunggu apa yang terjadi di Siena."

    Bagi Inter, yang mengalahkan Roma pada final Coppa Italia pekan lalu, kemenangan akan membuka peluang mereka untuk mencatatkan musim terbaik sepanjang sejarah mereka. Inter juga akan tampil di final Liga Champions melawan Bayern Muenchen di Santiago Bernabeu, 22 Mei mendatang.

    Meski di sisi lain, partai puncak di ranah Eropa ini, diakui pelatih Jose Mourinho, memecah belah perhatian anak asuhnya. "Kami memiliki 15 hari yang gila," kata The Special One ini. "Tidak mudah mempersiapkan pertandingan melawan Siena, sementara kami memiliki final Liga Champions melawan Bayern Muenchen. Saya ingin para pemain saya menjadi juara Eropa."

    Pertarungan pada pekan terakhir dipanasi oleh Mourinho, yang mengatakan bahwa Roma seharusnya bisa menawarkan bonus Coppa Italia untuk memotivasi pemain Siena agar mengalahkan Inter. Belum lagi Mou juga mengejek pelatih Roma, Claudio Ranieri, yang disebutnya pecundang, karena tak pernah memberikan gelar juara bagi tim yang ditanganinya.

    Bagi Siena, inilah penampilan terakhir mereka di divisi utama setelah tujuh tahun. Presiden Massimo Mezzaroma, yang lahir di Roma dan pendukung Roma, membantah jika anak asuhnya akan memberikan kemenangan bagi Inter. "Kami akan tampil sepenuh hati dan bermain sampai titik darah penghabisan untuk menunjukkan keseriusan kami," katanya.

    Toh, di luar penegasan itu, anak asuh Alberto Malesani tersebut melakukan persiapan ringan dalam sepekan terakhir. Mereka melakukan dua kali uji coba, salah satunya melawan tim sponsor, yang dimenangkan dengan skor 19-0.

    Bicara statistik, di atas kertas, Inter jelas lebih perkasa ketimbang Siena. Dari tujuh kemenangan Siena sepanjang musim ini, empat di antaranya didapatkan di Artemio Franchi. Itu pun dari tim-tim papan bawah. Siena hanya meraih empat poin jika bertemu dengan tim yang berada di peringkat 10 besar, dan tak pernah menang dari tim empat besar Seri A.

    Apalagi Mourinho tak perlu khawatir terhadap amunisi pemainnya. Lucio dan Wesley Sneijder sudah kembali berlatih bersama, meski Mou sepertinya tak akan menurunkan kedua pemain ini di starting line-up. Marco Materazzi akan diturunkan sejak awal bersama Walter Samuel. Sedangkan Dejan Stankovic akan dipercaya mengatur serangan di belakang duet Diego Milito dan Samuel Eto'o.

    Setidaknya, kemenangan tipis 4-3 Inter atas Seina pada pertemuan pertama musim ini, 9 Januari lalu, sedikit memberi angin segar bagi Roma. Jika Inter kalah atau imbang, sudah cukup bagi Roma untuk menikmati scudetto pertama mereka sejak 2001, dengan syarat mereka juga menang atas Chievo di Marc'Antonio Bentegodi.

    Ranieri mengingatkan anak asuhnya agar tak hanya berharap pada keajaiban pada hari terakhir di Seri A. "Yang dihitung adalah kerja keras dan konsentrasi," katanya di markas latihan Roma di Trigoria.

    "Kami harus berhati-hati melawan Chievo. Mereka tim yang sangat terorganisasi dan banyak melakukan serangan. Saya ingin melihat determinasi. Saya tahu para pemain kelelahan, tapi semuanya belum berakhir," kata Ranieri.

    Seri A Italia pekan ini tidak hanya menyajikan pertarungan perebutan gelar juara Liga, tapi juga tiket terakhir ke Liga Champions musim depan antara Sampdoria (peringkat keempat dengan nilai 64) dan Palermo (peringkat kelima dengan nilai 62).
    Palermo, yang ditangani Delio Rossi, harus mengalahkan Atalanta dan berharap Sampdoria gagal meraih nilai penuh ketika menghadapi Napoli. Kemenangan di Bergamo plus hasil imbang atau kalah yang diraih Sampdoria akan meloloskan Palermo ke Liga Champions musim depan karena mereka unggul selisih gol atas Sampdoria.


    AP | REUTERS | FOOTBALL-ITALIA | RAJU FEBRIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.