Prancis Coret Hatem Ben Arfa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hatem Ben Arfa. AP/Laurent Cipriani

    Hatem Ben Arfa. AP/Laurent Cipriani

    TEMPO Interaktif, Paris  - Pelatih Prancis Raymond Domenech menciutkan skuadnya dari 30 jadi 24 hari ini (17/5). Ia menyertakan dua pemain debutan dalam skudanya, yakni Mathieu Valbuena dan Marc Planus. Tapi penyerang berbakat Hatem Ben Arfa harus tercoret.

    Ben Arfa dicoret bersama kiper Mickael Landreau, bek Rod Fanni dan Adil Rami, gelandang Yann M'Vila, serta penyerang Jimmy Briand. Sebelumnya, dua pemain bintang lain bahkan tak masuk dalam jajaran 30 pemain yang dipanggil, yakni Patrick Vieira dan Karim Benzema.

    Domenech yang akan lengser setelah Piala Dunia memilih memberi kesempatan pada penyerang Valbuena yang ikut mengantar Olympique Marseille jadi juara Ligue 1 musim ini. Sedangkan bek Girondins Planus disertakan untuk mengantisipasi kondisi William Gallas yang masih cedera.

    Berikut 24 pemain yang masuk skuad Prancis:

    Kiper: Hugo Lloris (Olympique Lyon), Steve Mandanda (Olympique Marseille), Cedric Carrasso (Girondins Bordeaux)

    Belakang : Bacary Sagna (Arsenal), Patrice Evra (Manchester United), William Gallas (Arsenal), Eric Abidal (Barcelona), Sebastien Squillaci (Sevilla), Marc Planus (Girondins Bordeaux), Gael Clichy (Arsenal), Anthony Reveillere (Olympique Lyon)

    Tengah: Lassana Diarra (Real Madrid), Alou Diarra (Girondins Bordeaux), Jeremy Toulalan (Olympique Lyon), Florent Malouda (Chelsea), Yoann Gourcuff (Girondins Bordeaux), Abou Diaby (Arsenal)

    Depan: : Thierry Henry (Barcelona), Nicolas Anelka (Chelsea), Andre-Pierre Gignac (Toulouse), Franck Ribery (Bayern Munich), Sidney Govou (Olympique Lyon), Djibril Cisse (Panathinaikos), Mathieu Valbuena (Olympique Marseille)

    Reuters | Nurdin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.