Arema Kembali Memimpin Klasemen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO Interaktif, Malang - Arema Indonesia berhasil mempertahankan diri sebagai pemimpin klasemen Djarum Liga Super Indonesia setelah mengalahkan tim tamu Bontang FC 3-0 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (19/5).

    Kemenangan atas Bontang membuat perolehan nilai Arema menjadi 69, sekaligus menggusur Persipura ke posisi kedua. Sebelumnya, Arema sempat digusur Persipura meski kedua tim mengantongi nilai sama besar, 66, tapi Persipura unggul dalam selisih gol. Persipura menang tipis atas tamunya, Persik Kediri, dengan 1-0.

    Gol perdana tuan rumah tercipta lewat tendangan bebas Esteban Guillen pada menit ke-14. Gelandang serang asal Uruguay yang dikenal sebagai eksekutor bola-bola mati melepaskan tembakan jarak jauh dari sisi kanan pertahanan Bontang dan jatuh di sudut kiri kiper Sumardi.

    Gelandang serang asal Singapura, Muhammad Ridhuan, menggenapkan kemenangan Singo Edan menjadi 2-0 setelah mengecoh “kiper” pengganti Joko Sidik di menit ke-90. Ahmad Bustomi memperbesar keunggulan timnya di injury time perpanjangan waktu (menit ke-94) lewat tendangan melambung dari luar kotak 16.

    Joko Sidik aslinya seorang pemain belakang Bontang bernomor punggung 15. Ia mengambil alih posisi kiper setelah Sumardi harus dipapah keluar lapangan pada menit ke-65 karena cidera di bagian paha kanan. Tim pelatih sendiri sebenarnya meminta Sumardi bertahan, tapi Sumardi tetap meminta dirinya diganti karena ia tak kuat lagi menahan cidera.

    Insiden cideranya Sumardni memaksa wasit Armando Pribadi menghentikan pertandingan selama lima menit. Armando tak membolehkan Bontang mengganti Sumardi dengan kiper cadangan karena Bontang sudah tiga kali mengganti pemain. Alhasil, tim asuhan Fachri Husaini itu harus bermain dengan sepuluh pemain.

    Di babak pertama kedua tim bermain dalam tempo tinggi, cepat, dan terbuka. Arema dan Bontang menciptakan banyak peluang. Serangan bertubi yang dilancarkan Aldo Baretto dan kawan-kawan bahkan nyaris membuat gawang Arema kebobolan. Kurnia Meiga harus berjibaku untuk menghalau serangan Bontang. Namun Arema lebih beruntung di babak pertama dengan unggul satu gol.

    Keluarnya Sumardi di babak kedua tak membuat Bontang loyo. Aldo dan kawan-kawan masih berusaha keras membobol gawang Arema. Sebaliknya, Pierre Njanka dan kawan-kawan makin agresif menyerang sang lawan. Barisan belakang Bontang akhirnya berantakan. Hasilnya, Arema menambah dua gol dan keunggulan 3-0 bertahan sampai Armando meniup peluit panjang untuk mengakhiri pertandingan.

    Kemenangan ke-22 itu menjauhkan posisi Arema dari Persipura. Arema mengemas poin 69 dari 32 pertandingan. Sedangkan Persipura mengantongi 66 poin dari 33 pertandingan. Padahal, jika Persipura kalah dari Persik, Arema bisa mengunci gelar juara.

    Arema masih menyisahkan dua pertandingan tandang; Persipura menyisakan satu pertandingan melawan Persiwa Wamena. Namun, jika Persipura menang atas Persiwa, maka gelar juara Liga Super bagi Arema ditentukan dari hasil bertandang ke kandang PSPS Pekanbaru (26/5) dan Persija Jakarta (30/5).

    Dalam jumpa pers seusai pertandingan, Fachri Husaini menyatakan keluarnya Sumardi berpengaruh pada penampilan timnya. Sebelum Sumardi keluar, timnya mampu memperagakan permainan terbaik yang dapat mengimbangi keganasan Arema.

    “Anda semua lihat penampilan kami. Kami sanggup meladeni tuan rumah. Andai saja dia (Sumardi) tidak keluar karena cidera, kemungkinan besar hasil akhirnya tidak seburuk hari ini. Tapi, selamat untuk Arema,” kata Fachri.

    Pelatih Arema Robert Alberts memuji penampilan Bontang. Keluarnya Sumardi membuat keadaan Bontang menjadi sulit. “Tapi ternyata mereka memiliki semangat bermain yang tetap tinggi sehingga menyulitkan kami juga,” kata Robert.

    Banyaknya peluang Arema yang terbuang dinilai Robert dikarenakan banyak pemainnya yang tertekan oleh tuntutan harus menang untuk meraih gelar juara. Tekanan mental membuat pemain sering kehilangan bola dan sering terburu-buru saat hendak melakukan penyelesaian akhir. Alasan lain, trio andalan Noh Alam Shah, Roman Chmelo, dan Muhammad Fakhruddin tidak dalam performa terbaik.

    Abdi Purmono


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.