UEFA Resmi Berlakukan Konsep Permainan Adil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden UEFA Michel Platini. AP Photo/Ariel Schalit

    Presiden UEFA Michel Platini. AP Photo/Ariel Schalit

    TEMPO Interaktif, Nyon: Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) resmi menyetujui rencana permainan adil yang diambil dari ide Michel Platini yang mengharuskan setiap klub mendapat hasil impas pada 2012.

    Inisiatif Platin akan dijalankan dalam jangka tiga tahun yang tujuan utamanya agar setiap klub mendapatkan hasil seri dalam keuangannya. Ini dilakukan semata untuk menstabilkan keadaan keuangan klub-klub di Eropa.

    Separuh dari klub-klub elit Eropa saat ini merugi dan lebih dari seperlimanya mengalami kerugian besar. Klub-klub yang diklaim akan gagal memenuhi persyaratan peraturan permainan adil termasuk klub penguras kas terbesar di Liga Primer Inggris, Manchester City, Liverpool, dan Chelsea yang mengalami kerugian mencapai puluhan juta pound sterling  

    “Kami bekerja sama dengan klub terkait konsep permainan adil. Tujuan kami bukanlah untuk menghukum namun melindungi  mereka,” tegas Platini mengomentari diberlakukannya rencana permainan adil yang digagasnya, Jumat (28/5).

    “Kami mempunyai perjanjian dengan klub. Filosofinya adalah Anda tidak boleh menghabiskan uang  dari penghasilan yang didapat,”  Platini menjelaskan.

    Menurut Platini pemberlakukan sistem permainan adil adalah awal dari perjalanan penting bagi klub-klub Eropa dalam membenahi keuangannya. Pihaknya ingin mengembalikkan stabilitas dan ekonomi berakal sehat ke dalam sepak bola yang menghaurskan setiap klub mendapat hasil impas pada 2012.

    Berikut tiga pilar utama dalam peraturan baru yang diberlakukan UEFA:

    *Diharuskannya setiap klub mendapat hasil impas (setiap klub tidak boleh mengeluarkan melebihi dari pendapatan selama satu periode).

    *Setiap klub tidak boleh membayar terlambat sesuai yang  dijanjikan kepada klub lainnya, pegawai dan atau sosial atau pejabat pajak.

    *Setiap klub wajib menyediakan data keuangan ke depannya (untuk menjamin agar mereka bisa memenuhi kewajibannya). 

    AP | BAGUS WIJANARKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.