Persebaya Adukan Komisi Banding ke Badan Liga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kesebelasan Persebaya Surabaya. TEMPO/Zulkarnain

    Kesebelasan Persebaya Surabaya. TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO Interaktif, Surabaya - Persebaya Surabaya akan mengadukan keputusan Komisi Banding PSSI yang menganulir kemenangan walk over (WO) 3-0 Persebaya atas Persik Kediri. Kuasa hukum Persebaya, Muhammad Sholeh berencana terbang ke Jakarta untuk menemui Direktur Badan Liga Indonesia, Djoko Driyono, pada Selasa (1/6). "Kami akan mengadukan masalah ini ke Pak Djoko," kata Sholeh, Senin (31/5).

    Menurut Sholeh, keputusan Komisi Banding membatalkan kemenangan WO Persebaya janggal. Karena Komisi Disiplin telah memutuskan bahwa Persik kalah 3 - 0 akibat gagal menggelar pertandingan melawan Persebaya, baik di Kediri maupun di Jogjakarta sebagai tempat alternatif. "Tapi keputusan Komisi Disiplin ini kemudian dianulir oleh Komisi Banding," kata Sholeh.

    Sholeh menduga, Komisi Banding tengah membidik Ketua Umum Persebaya, Saleh Ismail Mukadar yang selama ini kritis terhadap Komisi Banding ataupun Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Sebab beberapa waktu lalu Saleh pernah melaporkan praktek pungutan liar yang dialami Persebaya oleh Komisi Banding ke Satuan Tugas Anti-suap PSSI. "Saya yakin, sikap Komisi Banding itu ada kaitannnya dengan kekritisan Saleh selama ini," ujar Sholeh.

    Pembatalan kemenangan atas Persik itu membawa konsekuensi tersendiri bagi Persebaya. Sebab, posisi Persebaya saat ini sedang di tubir zona degradasi. Bila PSSI mengharuskan Persebaya tanding ulang melawan Persik dan kalah, kemungkinan besar tim kebanggaan masyarakat Surabaya itu akan langsung terdegradasi pada musim ini. "Ini menjadi bukti bahwa selama ada Saleh, Persebaya akan selalu dikerjai," kata Sholeh.

    KUKUH S WIBOWO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.