Pelatih Sriwijaya Waspadai Serangan Balik PSMP Mojokerto  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rahmad Darmawan. TEMPO/Ramdani

    Rahmad Darmawan. TEMPO/Ramdani

    TEMPO Interaktif, Palembang:Sriwijaya berambisi mencuri poin penuh dalam laga lanjutan Piala Indonesia melawan PSMP Mojokerto sore ini. Laskar Wong Kito harus menang dengan selisih gol yang besar agar dapat maju ke babak selanjutnya.

    Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan menegaskan timnya harus bekerka keras menghadapi PSMP Mojokerto dalam laga ketiga babak 16 besar Piala Indonesia, di Stadion Gelora Jakabaring, Kamis (3/6). "Saya rasa, ada beberapa pemain PSMP yang perlu diwaspadai, terutama tim ini memiliki striker dan gelandang yang bagus," kata Rahmad.

    Serangan balik PSMP Mojokerto, menurut Rahmad harus diwaspadai lantaran dalam beberapa pertandingan terakhir timhya terlalu gampang kebobolan terutama ketika menghadapi situasi bola mati seperti sepak pojok dan tendangan bebas.

    Menurut Rahmad pemainnya dalam kondisi yang bagus dan tinggi, dan ini merupakan modal awal untuk menghadapi PSMP Mojokerto. Ia berharap pemainnya dapat memaksimalkan laga penentuan ini untuk maju ke babak berikutnya.

    Posisi Sriwijaya memang cukup riskan dalam Piala Indonesia, karena dua klub lainnya yaitu Persija dan Persisam juga akan memperebutkan peluang itu.Jika Sriwijaya tidak menang melawan PSMP Mojokerto maka kesempatan klub peraih double winner itu akan tertutup.

    Sementara, pelatih PSMP Mojokerto Suwandi mengatakan pihaknya membawa pemain seadanya menghadapi SFC. Namun dia berharap anak asuhannya bisa mengimbangi permainan klub sekelas SFC. Dia juga mengatakan tidak akan melakukan uji coba lapangan karena mereka sudah pernah main di Jakabaring dan lapangan bagus jadi tidak pelru diujicoba lagi. Skuadnya memilih untuk beristirahat menjelang pertandingan sore ini.

    ARIF ARDIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.