FIFA Investigasi Sinar Laser Saat Pertandingan Argentina-Nigeria  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Argentina Lionel Messi (10) dalam pertandingan Grup B Piala Dunia melawan NIgeria di stadion Ellis Park, Johannesburg (12/6). REUTERS/David Gray

    Pemain Argentina Lionel Messi (10) dalam pertandingan Grup B Piala Dunia melawan NIgeria di stadion Ellis Park, Johannesburg (12/6). REUTERS/David Gray

    TEMPO Interaktif, Johannesburg – Apakah mata Anda jeli menangkap sinar laser berwarna hijau pada pertandingan Argentina melawan Nigeria, Sabtu (12/6) kemarin? Laser itu muncul pada saat Lioel Messi mau mengambil tendagan bebas pada pertengahan babak kedua. Perlu dicatat, keberadaan sinar laser berwarna hijau itu merupakan suatu yang illegal.

    FIFA dengan tegas menyatakan akan segera menindaklanjuti keberadaan sinar laser tersebut. FIFA juga sudah meminta petugas keamanan stadion Ellis Park untuk menginvestigasinya. Menurur laporan Daily Mail sinar laser itu bukan hanya mengarah kepada Messi. Tapi, juga beberapa kali ditembakkan kepada beberapa pemain. Pelatih Argentina, Diego Maradona tak luput dari tembakan sinar laser.

    “Kami sadar ini merupakan kecelakaan dan kami secepatnya akan bertanya kepada pihak keamanan stadion untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” tulis pernyataan FIFA seperti yang dikutip dari Daily Mail.

    Meskipun sinar laser itu sepertinya tidak berbahaya, namun kasus ini harus tetap diusut. Adanya sinar laser itu membuktikan kalau sistem keamanan stadion kurang ketat. “Berdasarkan informasi yang kami dapat saat ini, sinar laser itu baru terjadi dalam satu pertandingan. Sampai sekarang kami belum menerima keluhan dari tim manapun,” sambungnya.

    Humas FIFA, Nicolas Maingot membenarkan, FIFA sampai sekarang belum merima laporan dari tim manapun terkait sinar laser. Ia juga membantah kalau pemindai elektronik di pintu masuk stadion tidak berfungsi.

    “Keberadaan pemindai elektronik pada even sebesar Piala Dunia merupakan hal terpenting. Melewati pengecekan pemindai eletronik sebelum masuk stadion merupakan syarat utama. Dan semua pemindai berfungsi normal,” ujarnya.

    Mengenai keberadaan sinar laser itu Maingot mengatakan kalau laser itu hanya terlihat satu kali, “Laser itu hilang tiba-tiba. Laser itu hanya digunakan sekali sepanjang pertandingan dan kami tidak melihatnya lagi sampai akhir. Kami mendapat inforamasi ada beberapa orang yang melihat dan sinar itu hilang tiba-tiba,” ujarnya.

    Kejadian sinar laser ini bukan kali pertama terjadi. Pada pertandingan Liga Champions antara Olimpique Lyon melawan Manchester United pada Februari 2008 lalu, Cristiano Ronaldo juga pernah ditembak sinar laser berwarna merah.

    DAILY MAIL | DANANG WIBOWO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.