Wali Kota Yogyakarta Tidak Ingin Pemain Asing di PSIM  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seleksi pemain PSIM Yogyakarta, di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin (24/8). Seleksi terbuka itu diikuti lebih dari 50 peserta yang akan dipilih untuk memperkuat PSIM Yogyakarta. Foto: ANTARA/Noveradika

    Seleksi pemain PSIM Yogyakarta, di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin (24/8). Seleksi terbuka itu diikuti lebih dari 50 peserta yang akan dipilih untuk memperkuat PSIM Yogyakarta. Foto: ANTARA/Noveradika

    TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Babak belurnya tim Inggris yang dikalahkan tim Jerman di perdelapan final Piala Dunia 2010 memberi pelajaran berharga untuk Wali Kota Yogyakarta yang juga Ketua Dewan Pembina Perserikatan Sepak Bola Indonesia Mataram (PSIM) Yogyakarta Herry Zudianto. Herry akan mengutamakan pemain lokal ketimbang menggunakan pemain asing dalam setiap pertandingan.

    “Dalam pertandingan Liga Inggris, mereka banyak menggunakan pemain asing, juga Piala Dunia, ini mungkin kekalahannya,” kata Herry kepada Tempo, Selasa, (28/6). Apa yang yang terjadi dengan tim Inggris sama seperti pertandingan liga utama Indonesia yang banyak mengandalkan pemain asing.

    Menurut Herry, jika Indonesia khususnya PSIM Yogyakarta banyak mengandalkan pemain asing, maka Indonesia tidak akan membina pemain lokal. Untuk itulah, Herry tidak akan menggunakan pemain asing yang memperkuat tim PSIM.

    “Dalam diklat mencari bakat, saya tidak mau PSIM ada orang asingnya, harus lokal,” kata Herry. “Kalau mengandalkan asing kapan kita maju. Coba lihat liga Inggris banyak orang asing.

    Ditanya mengenai jagoannya dalam Piala Dunia 2010, Herry menjawab mantap. “Argentina-Jerman bakal bertemu di final dan saya jago Argentina,” kata Herry.

    BERNADA RURIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.