Arema Indonesia Krisis Pemain

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Arema Indonesia Ahmad Bustomi (kanan) menendang bola di stadion Mattoanging gelora Andi Mattalatta, Makassar, Sulawesi Selatan. Tempo/Zulkarnain

    Pemain Arema Indonesia Ahmad Bustomi (kanan) menendang bola di stadion Mattoanging gelora Andi Mattalatta, Makassar, Sulawesi Selatan. Tempo/Zulkarnain

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Arema Indonesia menghadapi masalah besar menjelang dimulainya babak delapan Besar Piala Indonesia yang akan dimulai pada 15 Juli mendatang. Juara Liga Super Indonesia ini tengah dibelit krisis keuangan dan terancam kehilangan 15 pemain yang habis masa kontraknya. Padahal di babak delapan Besar nanti, Arema harus menghadapi Persib Bandung.

    Pelatih Arema, Robert Rene Alberts, mengatakan ia dan timnya tak mempersoalkan siapa yang bakal mereka hadapi di babak 8 Besar nanti. Namun kondisi krisis seperti itu membuat konsentrasi timnya pecah dan kesulitan mempersiapkan diri mengikuti turnamen. “Siapapun lawan kami, tidak masalah. Dukungan dari suporter menjadi salah satu motivasi untuk menjadi yang terbaik di tengah kesulitan ini, " kata pelatih asal Belanda itu.

    Saat ini kontrak sebagian besar pemain asing Arema sudah habis masa berlakunya. Dua pemain depan Arema asal Singapura, Noh Alam Syah dan M. Ridhuan kontraknya sudah habis pada Senin (28/6) lalu. Gelandang asal Uruguay, Esteban Guillen, bahkan sudah tak bermain untuk Arema sebelum kompetisi Liga Super selesai karena kontraknya habis. Ada pun kontrak Pierre Njanka, bek asal Kamerun, dan pengatur serangan asal Slovakia, Roman Chmelo, akan habis masa berlakunya akhir Juni.

    Kontrak Alberts, asisten pelatih Liestiadi, serta 13 pemain lokal yang masuk tim inti juga akan selesai pada akhir Juni namun mereka belum mendapat tawaran untuk memperpanjangnya. Alberts mengaku tak bisa mencegah para pemain pindah jika ada tim lain yang berminat pada mereka. Ia bahkan tak mau memaksa para pemain yang kontraknya habis untuk berlatih sebagai persiapan mengikuti babak 8 Besar Piala Indonesia.

    “Ini sesuatu yang sulit diterima, apalagi oleh tim yang baru saja juara. Wajar saja bila para pemain itu tnanti sudah berganti kostum klub lain saat tampil di babak 8 Besar. Manajemen klub belum bicara apa pun dengan kami sampai sekarang,” kata Alberts.

    Sementara itu, dari hasil undian yang dilakukan di kantor PT Liga Indonesia, Selasa (29/6), tim-tim unggulan tidak bertemu di babak 8 Besar. Persija Jakarta akan menghadapi Persik Kediri dan Persipura Jayapura bertemu Pelita Jaya. Ada pun juara bertahan Sriwijaya FC Palembang akan menghadapi Persebaya Surabaya.

    "Undian dengan sistem unggulan membuat juara grup tidak akan ketemu tim peringkat dua di grupnya. Pertandingan bakal lebih menarik karena ini adalah tim-tim terbaik di Indonesia," kata Chief Executive Officer Liga Joko Driyono.

    Jadwal pertandingan babak 8 Besar Piala Indonesia akan berlangsung pada 15-22 Juli dengan menggunakan format pertandingan kandang dan tandang. Babak semifinal akan digelar tanggal 27 atau 28 Juli di tempat netral yaitu Solo, Sidoarjo atau Samarinda. Ada pun laga final akan dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 1 Agustus mendatang.

    GABRIEL WAHYU TITIYOGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.