Arema Waspadai Kelincahan Atep dan Satoshi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arema Indonesia. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Arema Indonesia. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO Interaktif, Malang - Arema Indonesia berkonsentrasi penuh untuk menjamu Persib Bandung dalam laga delapan besar Piala Indonesia 2010 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (18/7) petang.

    Saat ini tim Singo Edan dalam kondisi prima dan komplet setelah sebelumnya berseteru dengan manajemen menyangkut kontrak, gaji, dan bonus. Kesepakatan “damai” antara pelatih-pemain dan manajemen dicapai pada Rabu (14/7) malam di Hotel Santika, Kota Malang. Kesepakatan terjadi setelah Ketua Dewan Pembina Yayasan Arema Indonesia merangkap Ketua Badan Liga Indonesia Andi Darussalam Tabusalla turun tangan.

    “Kami berkonsentrasi penuh 100 persen. Mulai dari manajemen, pelatih, dan pemain sudah sepakat untuk melupakan segala persoalan serius yang sempat melanda kami kemarin. Sekarang saatnya mengalahkan Persib,” kata Asisten Pelatih Arema Liestiadi kepada Tempo, Kamis (15/7).

    Liestiadi menyebut pertandingan melawan Persib merupakan duel yang sangat bergengsi. Kemenangan atas Persib di Piala Indonesia sekaligus pembalasan atas kekalahan 0-1 dari Maung Bandung di putaran kedua Liga Super Indonesia di Stadion Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (14/3) lalu.

    Pelatih Arema Indonesia Robert Alberts menilai laga tandang melawan tuan rumah Persib Bandung merupakan duel bergengsi. Dalam catatan Tempo, duel pada Minggu nanti merupakan pertemuan ke-13 kedua kesebelasan sejak pertemuan pada 12 Februari 2002 di Stadion Siliwangi di Divisi Utama.

    Waktu itu Persib unggul 2-1. Total, Persib unggul enam kali. Lima kemenangan diraih di kandang Persib: 2002 (2-1), 2005 (2-0), 2006 (1-0), 2008 (2-1), dan juga kemenangan 1-0 pada 14 Maret lalu itu. Sedangkan Arema menang empat kali. Sisa tiga pertandingan berakhir seri.

    Melawan Persib serasa melawan tim nasional lantaran tim yang kini dilatih Pejabat Pelatih Robby Darwis itu diperkuat banyak pemain tim nasional seperti Budi Sudarsono, M. Atep, Maman Abdurachman, Eka Ramdhani, Hariono, dan bekas kiper Arema, Markus Horison.

    Namun, kata Liestiadi, dari sekian banyak pemain Persib, Arema sangat mewaspadai kelihaian Atep, pemain sayap kiri, serta, Satoshi Otomo, sayap kanan nasal Jepang. Agresivitas dan kelincahan kedua pemain acap melancarkan sirkulasi bola dari kiri dan kanan, kemudian disambut dengan sempurna oleh Budi Sudarsono atau Christian Gonzales.

    “Mereka tim hebat tapi kami sudah pelajari kelemahan-kelemahan mereka karena kami sudah sering bertemu. Kami akan mengandalkan permainan cepat dan pemain diminta disiplin agar pergerakan winger kiri (Atep) dan winger kanan mereka (Satoshi) mati. Hasilnya, ya silakan dilihat saja nanti,” kata bekas pelatih PSMS Medan itu.

    Liestiadi memastikan kondisi fisik pemain bagus meski mayoritas pemain (juga pelatih) sempat melakukan mogok latihan. Aksi mogok pertama dilancarkan 11 pemain yang kontraknya habis pada 30 Juni. Sedangkan aksi mogok kedua selama sepekan sejak Kamis pekan lalu justru melibatkan pemain dan pelatih sehingga Arema terpaksa menurunkan para pemain U-21 dalam ujicoba lawan Blitar Selection pada Sabtu (10/7).

    Ia pun tidak mencemaskan ketangguhan barisan depan yang terpaksa ditinggalkan penyerang andal asal Singapura, Noh Alam Shah alias Along. Along absen karena mengalami cidera meniscus atau cidera pada bagian bantalan sendi lutut. Dibutuhkan minimal dua bulan untuk penyembuhannya.

    Posisi pencetak gol terbanyak Arema di Liga Super Indonesia 2009/2010 itu kemungkinan diberikan kepada gelandang serang asal Slovakia, Roman Chmelo. Sedangkan gelandang tangguh eks PSMS Medan, Esteban Guillen, sudah pulang ke kampungnya di Uruguay. Kontrak Esteban tidak diperpanjang setelah habis pada 31 Mei lalu.

    Abdi Purmono


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.