Barca Pantang Menyerah Memburu Fabregas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pepe Reina dan  Carles Puyol (kanan memasangkan kaos tim sepakbola Barcelona kepada  Cesc Fabregas saat merayakan kemenangan di sebuah panggung di Madrid, Senin (12/7). REUTERS/Andrea Comas

    Pepe Reina dan Carles Puyol (kanan memasangkan kaos tim sepakbola Barcelona kepada Cesc Fabregas saat merayakan kemenangan di sebuah panggung di Madrid, Senin (12/7). REUTERS/Andrea Comas

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Setelah kalah bersaing dengan Xabi Alonso, Andres Iniesta, Xavi Hernandez, dan Sergio Busquets, dalam memperebutkan posisi pemain starter di lini tengah Spanyol, Cesc Fabregas berdoa menjelang final Piala Dunia 2010 di Soccer City, Johannesburg, Afrika Selatan, 11 Juli lalu.
    Pinta Fabregas kepada Tuhan hanya satu, "Izinkan saya main walau hanya sebentar di final." Keinginan itu tercapai. Ia masuk menggantikan Busquets dan berperan penting empat menit menjelang babak perpanjangan waktu melawan Belanda usai. Ia memberikan umpan kepada Andres Iniesta, yang sepintas terkesan dalam posisi offside, untuk membobol gawang Belanda. Berkat kerja sama Fabregas dengan Iniesta itu, Spanyol juara dunia pertama kali.
    Sejak itu nama Fabregas, yang semula sempat tenggelam di bawah kesuksesan trio pemain Barcelona tersebut dan mantan penyuplai bola Liverpool yang kini di Real Madrid, Alonso, terangkat kembali.
    Namun justru, dengan terangkatnya kembali nama Fabregas, Arsenal ketar-ketir. Sebab, hal itu membuat Barcelona meningkatkan kembali usahanya untuk mendapatkan sumber inspirasi sekaligus kapten The Gunners tersebut. 
    Gonjang-ganjing tentang kemungkinan kembalinya Fabregas ke klub tempat ia mengasah ilmu semasa junior itu bermula pada 13 Mei lalu, saat ia mengeluarkan komentar mengejutkan, "Saya pikir saya ingin pergi ke Barcelona. Siapa tahu mereka menginginkanku." Itu sebenarnya jawaban untuk wartawan. Mereka bertanya, bila suatu saat ia meninggalkan Arsenal, apakah ia akan ke Barcelona? 
    Pernyataan itu seperti makanan empuk buat Barca untuk memulai perburuan mendapatkan Fabregas. Apalagi sehari kemudian ia mengatakan akan mengevaluasi soal masa depannya sebelum Piala Dunia. Dari Ibu Kota Catalunya, Xavi langsung menyambut komentar tersebut dengan mengatakan akan senang kalau Fabregas kembali ke Barca. Bulan itu juga, direksi Barca mengklaim bahwa Fabregas dan David Villa, penyerang Spanyol di klub Valencia, ingin bergabung dengan mereka.
    Sebuah kabar yang sangat mengejutkan dengan mengklaim Fabregas menyatakan kepada Manajer Arsenal Arsene Wenger ingin pindah ke Barca dalam sebuah pertemuan yang emosional. Dalam membendung "serangan" Barca, Arsenal, menurut Daily Mail, mematok harga transfer bintang itu sampai 80 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,11 triliun.
    Pique bergabung dengan Xavi untuk menyatakan keinginannya agar Fabregas kembali ke Barca. Tapi, Mei itu, Sandro Rosell, yang masih jadi calon presiden klub Barca, mengingatkan masalah utang bisa mengganjal usaha mendapatkan Fabregas. Ketua Eksekutif Arsenal Peter Hill-Wood segera menegaskan akan berusaha dengan segala cara untuk menjauhkan kaptennya dari kejaran juara Liga Spanyol tersebut.
    Menjelang akhir Mei, Arsenal bahkan menegaskan kepada Barca bahwa Fabregas tidak akan dijual dengan harga berapa pun. Tapi calon Presiden Barca yang lain--sebelum Rosell terpilih--tetap memanfaatkan Fabregas buat kampanye masing-masing. Marc Ingla, misalnya, mengklaim sudah mendapat garansi dari Fabregas untuk pindah dari Arsenal. 
    Namun Joan Laporta, yang masih menjabat Presiden Barca saat itu, mengatakan mereka tidak akan membobol bank demi memenuhi harga 80 juta pound sterling sesuai dengan permintaan Arsenal. Xavi, yang juga wakil kapten Barca, masih ngotot. Ia menggebrak pada awal Juni dengan mengatakan lebih jelas daripada sebelumnya bahwa Fabregas akan menandatangani kontrak dengan klub Catalan itu. 
    Bagaimana dengan Fabregas? "Masa depan saya di Arsenal? Saya hidup dari hari ke hari," katanya. Konon, ia menambahkan pernyataan tersebut dengan mengatakan menunggu tawaran besar dari Barca untuk meninggalkan London. Juni adalah masa persiapan memasuki Piala Dunia di Afrika. Itu sebabnya, ketika dicecar pertanyaan tentang masa depannya, ia menjawab, "Saya tidak memikirkan Arsenal atau Barcelona. Fokus saya hanya Piala Dunia." 
    Xavi masih berkeras membujuk Fabregas. Demikian juga Rossel. Setelah terpilih sebagai Presiden Barca yang baru pada pertengahan Juni lalu, ia mengatakan ingin kembali berusaha mendapatkan Fabregas. Meski demikian, Wenger menegaskan bahwa ia tak pernah berbicara dengan Fabregas soal masa depannya di Arsenal karena ia masih akan lama berada di London.
    Fabregas mengatakan Piala Dunia 2010 akan menjauhkannya dari isu tentang kepindahannnya ke Barca. Tapi itu hanya sementara. Segera, setelah rombongan tim nasional Spanyol mendarat di Madrid, rumor itu kembali menggema. Dan, ia masih meninggalkan misteri dan rasa penasaran buat Arsenal dan Barca. 
    Mungkin benar katanya: "Saya hidup dari hari ke hari." Seperti pepatah bola bundar, sang bintang ini masih bisa mengejutkan setiap saat sebelum bursa transfer ditutup beberapa saat menjelang liga-liga di Eropa berputar pada Agustus-September mendatang. l GOAL COM | GUARDIAN | PRASETYO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?