Sudan Terancam Sanksi FIFA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden FIFA, Joseph Seep Blatter.  AP/Daniel Ochoa de Olza

    Presiden FIFA, Joseph Seep Blatter. AP/Daniel Ochoa de Olza

    TEMPO Interaktif,Khartoum:Sudan terancam mendapat sanksi FIFA untuk tampil di ajang sepak bola internasional setelah pemerintah menyatakan Kamal Shaddad, presiden asosiasi sepak bola negara tersebut tidak bisa memimpin untuk ketiga kalinya bulan ini.

    FIFA, yang menolak tegas adanya campur tangan pemerintah dalam sepak bola, mengatakan pada Sabtu bahwa Sudan terancam skorsing atau dilarang setelah melarang kandidat ketua asosiasi.

    “Tiap pemilihan tanpa menghormati statuta Asosiasi Sepak Bola Sudan (SFA) dan/atau di bawah campur tangan pemerintah tidak akan diakui oleh FIFA,” tulis FIFA dalam pernyataan resminya.

    “Sebagai tambahan, campur tangan pemerintah dapat mengakibatkan sanksi-sanksi seperti skorsing atau pengusiran,” jelas FIFA dalam pernyataannya.

    Al-Rayah Wadatallah, ketua Komisi Olahraga Sudan, mengatakan kepada Reuters, keputusan untuk melarang Shaddad ini sejalan dengan bunyi hukum di Sudan yang mengatakan seorang kandidat tidak bisa kembali maju untuk ketiga kalinya. Itu kecuali kandidat itu telah menjadi ketua dalam sepak bola internasional yang diakui kementerian olahraga. Ia mengatakan Shaddad tidak memiliki jabatan itu.

    “Hukum nasional di Sudan sesuai dengan hukum FIFA,” kata Wadatallah.

    FIFA bulan ini mengancam akan mengeluarkan Nigeria setelah Presiden Goodluck Jonatahan melarang tim nasional untuk tampil dalam ajang sepak bola internasional. Langkah itu dilakukan Jonathan setelah melihat tim nasional tersingkir pada penyisihan grup di Piala Dunia 2010.

    REUTERS | bagus wijanarko

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.