Aremania Lempari Rumah Warga di Kediri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aremania, pendukung kesebelasan Arema . Tempo/Nurdiansyah

    Aremania, pendukung kesebelasan Arema . Tempo/Nurdiansyah

    TEMPO Interaktif, Kediri - Pendukung kesebelasan Arema Malang kembali berulah di Kediri. Mereka melempari rumah warga di sepanjang jalur kereta api saat pulang dari Stadion Manahan Solo tadi pagi.

    Aksi lempar batu ini dilakukan ratusan Aremania yang menumpang kereta api ekonomi Matarmaja jurusan Jakarta–Malang. Mereka telah menyiapkan batu di dalam tas masing-asing saat hendak memasuki stasiun Kediri.

    Dari pantauan Tempo, pendukung kesebelasan Singo Edan ini telah mempersiapkan penyerangan itu sebelum memasuki wilayah Kediri. Hal ini terlihat dari banyaknya batu-batu yang tersimpan di atas gerbong bersama puluhan suporter.

    Begitu memasuki kawasan Kota Kediri, para suporter tiba-tiba melempari rumah warga dengan batu. Seketika terjadi hujan batu yang menyebabkan genting dan kaca rumah warga yang berada di sekitar jalur kereta api pecah.

    Sikap tersebut langsung menuai balasan dari warga setempat yang melakukan aksi balasan. Mereka mencegat laju kereta api di perlintasan dan melempari atap gerbong yang diduduki Aremania. “Mereka yang melempari duluan,” kata Agung, 30, warga Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren.

    Sebanyak 500 personil Kepolisian Resor Kediri Kota yang dikerahkan di sepanjang perlintasan dan Stasiun Kediri tak mampu mencegah perang batu tersebut. Polisi lebih memilih mengamankan para penumpang umum di Stasiun dari lemparan batu. Puluhan penumpang Kereta Api Rapih Doho jurusan Surabaya–Malang yang berada di Stasiun dievakuasi ke luar kereta. Mereka digiring ke luar stasiun untuk menghindari lemparan batu.

    Untuk menghindari berlanjutnya kerusuhan, polisi menjaga semua perlintasan kereta api. Petugas mencegat kendaraan sejauh 50 meter dari pintu perlintasan agar tidak menjadi sasaran pelemparan Aremania.

    Kepala Kepolisian Resor Kediri Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Emha Muliya Hasudungan Ritonga mengatakan aksi lempar batu ini telah diprediksi sebelumnya. Karena itu dia memerintahkan jajarannya menindak tegas suporter yang kedapatan melempari rumah warga. “Kami baru memukul kalau mereka bertindak lebih dulu,” kata Kapolres yang memimpin langsung pengamanan tersebut.

    Selain memecahkan genting dan kaca rumah warga, aksi pelemparan tersebut juga dikabarkan melukai dua anggota polisi. Saat ini korban hujan batu itu tengah dirawat di rumah sakit.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.