Pengusaha Cina Tawar Liverpool

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Paul Thomas

    AP/Paul Thomas

    TEMPO Interaktif, Liverpool - Krisis keuangan yang terus Liverpool membuat pengusaha Cina Kenny Huang turun tangan. Dia menawar ingin membeli klub legendaris yang terlilit utang 350 juta poundsterling atau sekitar Rp 4,9 triliun itu. Huang berambisi menuntaskan pembelian Liverpool sebelum 31 Agustus 2010. Huang menggandeng Royal Bank of Scotland (RBS).

    Liverpool pernah bikin heboh saat pengusaha Amerika Serikat, George Gillet dan Tom Hicks membeli klub itu tiga tahun lalu. Rupanya, dua pengusaha itu membeli dengan uang utang sebesar 240 juta poundsterling atau sekitar Rp 3,4 triliun.

    Gara-gara beli dengan uang utang itulah Liverpool tersungkur. Beban utangnya terus menggelembung sampai 350 juta poundsterling atau sekitar Rp 4,9 triliun. Ini adalah petaka besar bagi klub yang bermarkas di Anfield. Apalagi mereka juga mengeluarkan dana besar seperti membeli striker Fernando Torres yang harganya selangit.

    Hicks dan Gillet sempat ngotot untuk bertahan. Tapi, utang yang mencekik dan prestasi yang pas-pasan. serta sejumlah pemain dan pelatih yang hengkang, akhirnya membuat mereka mencoba melego saham mereka.

    Liverpool kemudian mendapatkan penawaran dari sejumlah calon investor. Namun, negosiasi terus menemui kegagalan karena Hicks dan Gillet ngotot ingin mendapat untung dan mematok harga saham mereka melampaui beban utang.

    Krisis itu membuat kreditor Liverpool, Royal Bank of Scotland akhirnya turun tangan dan ikut mengintervensi kebijakan klub. Hicks dan Gillet mundur.

    Saat itulah Huang datang. Huang adalah orang yang sudah lama malang melintang di bisnis olahraga di Cina. Dia merupakan kepala QSL Sports Limited yang berbasis di Hongkong. Huang yakin, dia bisa membuat Liverpool meraup banyak uang, terutama di Asia.

    SKYSPORTS | BS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.