Polisi Batalkan Pertandingan Ulang Persebaya Vs Persik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Andika Wahyu

    ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO Interaktif, Surabaya - Kepolisian Daerah Jawa Timur akhirnya mencabut izin pertandingan ulang antara Persebaya Surabaya melawan Persik Kediri dalam Indonesia Super League. Konsekuensi pertandingan ulang itu batal. Sedianya, laga ulang itu akan digelar di Stadion Brawijaya Kediri pada Kamis lusa.

    Pembatalan ini dilakukan setelah polisi melakukan pertemuan dengan delapan orang pengurus Yayasan Suporter Surabaya di Mapolda Jawa Timur, Selasa (3/8) sore.

    Pertemuan dipimpin langsung oleh Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Jatim, Komisaris Besar Hari. "Setelah mendengar penjelasan kami, beliau memutuskan untuk membatalkan tanding ulang itu," kata Wakil Ketua Yayasan Suporter Surabaya, Nur Hasyim.

    Menurut Hasyim, polisi meminta penegasan dari dia dan kawan-kawan apakah sanggup menahan para Bonek agar tidak berbondong-bondong ke Kediri. Hasyim menyampaikan bahwa Yayasan Suporter tidak bisa menahan jika Bonek pergi ke Kediri. "Karena jumlahnya puluhan ribu, mana mungkin kami sanggup mencegah agar kawan-kawan tidak berangkat ke Kediri," kata Hasyim.

    Hasyim dan kawan-kawan juga tidak bisa menjamin Bonek tidak akan berbuat anarkistis selama di perjalanan. Penjelasan Hasyim itu lalu dijadikan pertimbangan polisi untuk mencabut izin pertandingan karena bisa menimbulkan kerawanan. "Sebab ini pertandingan yang sangat menentukan bagi kedua tim, otomatis tensi emosi Bonek dan Persikmania akan tinggi," kata Hasyim.

    Pembatalan itu disambut gembira oleh Ketua Umum Persebaya Saleh Ismail Mukadar. Dengan pembatalan itu konsentrasi Persebaya tinggal pada babak play off melawan Persiram Raja Ampat di Semarang pada 8 Agustus mendatang. "Saya lega akhirnya polisi membatalkan laga ulang itu," kata Saleh.

    KUKUH S WIBOWO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.