Tampil Keras, Spanyol dan Belanda Kena Denda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Spanyol Carles Puyol (kiri) dan pemain Belanda Arjen Robben, dalam pertandingan final Piala Dunia 2010 di stadion Soccer City, Johannesburg, Afrika Selatan (12/7). REUTERS/Kai Pfaffenbach

    Pemain Spanyol Carles Puyol (kiri) dan pemain Belanda Arjen Robben, dalam pertandingan final Piala Dunia 2010 di stadion Soccer City, Johannesburg, Afrika Selatan (12/7). REUTERS/Kai Pfaffenbach

    TEMPO Interaktif, Zurich -- Federasi Sepak Bola Dunia, FIFA, mendenda Spanyol dan Belanda, akibat bermain keras di laga pamungkas Piala Dunia, 11 Juli lalu. Federasi Sepak Bola Belanda harus membayar 15 ribu franc Swiss atau Rp 129 juta, karena delapan pemainnya terkena kartu kuning dan satu kartu merah.

    Sedangkan Spanyol, yang tampil sebagai jawara, didenda Rp 86 juta karena menerima lima kartu kuning. Menurut aturan FIFA, badan sepak bola suatu negara wajib membayar denda jika timnya mendapat minimal lima kartu kuning.

    Final yang berakhir dengan skor tunggal itu mencatat rekor sebagai partai terkeras dengan 14 kartu kuning dan satu kartu merah. Jauh melampaui rekor partai final sebelumnya, yaitu enam kartu kuning pada Piala Dunia Meksiko 1986, antara Argentina dan Jerman Barat.

    Laga pamungkas itu juga tercatat sebagai partai terkeras di Afrika Selatan, melewati torehan 9 kartu kuning dan satu kartu merah pada laga Chile kontra Swiss.

    GUARDIAN | REZA M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.