Sepuluh Pemain Muda Bertahan di Arema

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Arema. TEMPO/NURDIANSAH

    Pemain Arema. TEMPO/NURDIANSAH

    TEMPO Interaktif, Malang - Sepuluh pemain muda yang memperkuat Arema Indonesia pada musim kompetisi Liga Super 2009/2010 tetap dipertahankan manajemen Arema. Mayoritas pemain asli Malang.

    Ketua Yayasan Arema Indonesia Muhammad Nur mengatakan, dengan bergabungnya ke-10 pemain muda itu, berarti klub Singo Edan telah memiliki 11 pemain. Pemain pertama yang dikontrak adalah palang pintu tangguh berdarah Kamerun, Pierre Njanka.

    “Dengan bergabungnya mereka, kami optimistis dapat mempertahankan gelar juara Liga Super dan Arema bisa berprestasi lebih baik lagi di tingkat Asia,” kata Nur, Jumat (6/8), dengan merujuk Liga Champion Asia 2011 yang harus dijalani Arema.

    Pemain asli Malang yang bergabung antara lain Hermawan, Ahmad Bustomi, Benny Wahyudi, Juan Revi, dan Dendy Santoso. Pemain muda lain yang bukan asli Malang adalah Purwaka Yudhi, Tommy Pranata, Ronny Firmansyah, Irfan Raditya, Zulkifli Syukur.

    Loyalitas para pemain itu dihargai manajemen dengan menaikkan nilai kontrak dan gaji. Namun, Nur tak menyebutkan berapa besaran kenaikkan nilai kontrak dan gaji pemain.

    Setelah berhasil mengontrak Njanka, manajemen berusaha mengontrak gelandang serang berdarah Slovakia, Roman Chmelo. Roman diyakini bisa langsung nyambung dengan pelatih baru berdarah Ceko, Miroslav Janu. Karena Ceko dan Slovakia serumpun, maka diyakini Roman dan Janu takkan kesulitan berkomunikasi. Janu pernah menukangi Arema pada musim kompetisi Divisi Utama 2007/2008, saat Arema dimiliki Bentoel.

    Kepastian Janu menggantikan Robert Rene Alberts disampaikan Ketua Dewan Pembina Yayasan Arema Indonesia yang juga Ketua Badan Liga Indonesia, Andi Darussalam Tabusalla. Janu dijadwalkan tiba di Malang pada 12 Agustus mendatang. Ia masih berada di Praha, Ibu Kota Negara Ceko.

    Menurut Andi, sebenarnya manajemen Arema sangat ingin Robert tetap bertahan di Arema karena pelatih berdarah Belanda itu sudah memberikan prestasi terbaik di ajang Liga Super, ditambah gelar runner-up Piala Indonesia. Namun, karena beberapa alasan prinsip, akhirnya manajemen melepas Robert yang kini dikabarkan sudah dikontrak PSM Makassar.

    Manajemen dikabarkan sangat tersinggung dengan pernyataan Robert yang menginginkan manajemen menawarkan proposal kontrak jika masih menginginkan dirinya melatih, tapi Robert terus bernegoisasi dengan PSM.

    ABDI PURMONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.