Naturalisasi Pemain Asing Tergantung Pemerintah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain sepakbola muda asal Italia yang merupakan keturunan orang Indonesia, Alessandro Trabucco (16 Tahun) dan Irfan Bachdim asal Belanda saat tiba di Bandara Soekerno Hatta ,Jakarta, Rabu (28/07). Tempo/Arnold Simanjuntak

    Pemain sepakbola muda asal Italia yang merupakan keturunan orang Indonesia, Alessandro Trabucco (16 Tahun) dan Irfan Bachdim asal Belanda saat tiba di Bandara Soekerno Hatta ,Jakarta, Rabu (28/07). Tempo/Arnold Simanjuntak

    TEMPO Interaktif,


    Jakarta:Beberapa pemain sepak bola asing berdarah Indonesia baru saja menunjukkan kemampuannya dalam Charity Game atau pertandingan amal yang digelar di Kota Malang dan Surabaya, Rabu (4/8) dan Sabtu (7/8) lalu. Meski tidak sebagus permainan pemain kelas atas di Eropa, penampilan Kim Jeffry Kurniawan (Jerman), Irfan Bachdim (Belanda), dan Alesandro Trobuco (Italia) mendapat pujian dari sejumlah kalangan.

    “Mereka belum beradaptasi dengan sepak bola Indonesia dan kondisi fisiknya sedang tidak seratus persen, tetapi kita lihat tehnik dasar mereka bagus,” kata Jaya Hartono, mantan pelatih Persib Bandung yang dalam Charity Game menukangi Tim Garuda Putih. Tim yang dilatih Jaya bertanding melawan Tim Garuda Merah yang dilatih Rachmad Darmawan.

    Jaya menilai ketiga pemain asing itu layak mengikuti seleksi tim nasional Indonesia.

    Namun, sebagai pemain berkewarganegaraan asing, para pemain ini belum tentu akan bisa memperkuat tim nasional Indonesia. Hal ini karena Indonesia menganut sistem kewarganegaraan tunggal. Oleh karena itu  kemungkinan para pemain tersebut memperkuat Indonesia menjadi rumit.

    “Untuk memperkuat tim nasional kita kan mereka harus dinaturaliasi, dan semua itu tergantung pemerintah. Kalau pemerintah mau melakukannya dan mereka dipandang layak bermain untuk tim nasional, ya hal itu bisa terjadi,” kata Widodo Cahyono Putra, asisten pelatih tim nasional Indonesia.

    Widodo sendiri menilai para pemain muda berdarah asing itu punya potensi. Tetapi ia melihat kualitas mereka tidak terlalu jauh dengan para pemain Indonesia. “Barangkali karena mereka masih muda,” ujarnya.  
      
    Mengenai tim nasional Indonesia yang sudah selesai melakukan seleksi tahap pertama, Widodo mengatakan ia dan pelatih Alfred Riedl akan kembali memimpin latihan pada Rabu (11/8). Pemain yang mengikuti latihan ini berasal dari sebelas pemain yang lolos dalam seleksi tahap pertama pekan lalu ditambah lima belas pemain tim semifinalis Piala Indonesia 2010 (Sriwijaya FC, Arema Malang, Persik Kediri, dan Persipura Jayapura). Namun pemain yang gagal di seleksi tahap pertama masih bisa punya kesempatan dipanggil dalam pemusatan tim nasional pada bulan Oktober. 

    “Karena sudah memasuki bulan puasa, latihan akan digelar malam hari di Stadion Gelora Bung Karno yang punya penerangan bagus,” kata Widodo.

    ARIS MUSTAFA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.