Liga Jerman Kian Irit, Kian Ramai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bayern Muenchen. AP Photo

    Bayern Muenchen. AP Photo

    TEMPO Interaktif, Berlin  - Tak membeli satu pun pemain. Itulah keputusan pelatih Bayern Muenchen, Louis van Gaal, sejauh ini. "Saya cukup puas dengan kondisi skuad saya," kata pelatih asal Belanda itu. "Saat berangkat liburan setelah mengakhiri musim lalu, saya sama sekali tak memiliki daftar nama yang ingin saya dapatkan di bursa transfer."

    Van Gaal membuktikan kepercayaan dirinya pada Jumat malam lalu di Stadion Allianz Arena. Menjamu tim yang paling boros membeli pemain, Wolfsburg, Muenchen tetap menang 2-1 di kandang sendiri pada laga perdana Bundesliga musim ini. Dua gol Muenchen dicetak oleh Thomas Mueller dan Bastian Schweinsteiger. Adapun gol Wolfsburg dihasilkan oleh Edin Dzeko.

    Untuk sementara, dana besar yang digelontorkan pengurus Wolfsburg untuk belanja pemain belum mendapat imbalan yang pantas. Manajer Dieter Hoeness telah mengeluarkan uang sebesar 23,4 juta euro (sekitar Rp 267 miliar). Pemain termahal yang dibeli adalah Simon Kjaer, 12 juta euro, bek klub Italia, Palermo. Dana sisanya untuk membeli Mario Mandzukic (Dinamo Zagreb), Nassi Ben Khalifa (Grasshoppers), dan Arne Friedrich (Hertha Berlin). Dalam sisa waktu jendela transfer, sampai akhir Agustus, tim itu juga masih berniat membeli striker Liverpool, Ryan Babel.

    Die Wolfie (pasukan Serigala, julukan Wolfsburg) berbenah besar-besaran. Tim ini cuma beroleh peringkat kedelapan musim lalu, padahal Wolfsburg adalah juara musim 2008/2009. Dieter Hoeness pun berharap tangan dingin Steve McClaren, yang sukses membawa Twente menjadi juara Liga Belanda sepanjang sejarah. Bersama Wolfsburg, McClaren adalah pelatih asal Inggris pertama di Bundesliga.

    Kebijakan dana Wolfsburg berkebalikan dengan Muenchen. Pada awal musim lalu, klub Bavaria itu setidaknya mengeluarkan uang 73 juta euro (sekitar 832,5 miliar) cuma untuk membeli tiga pemain: Arjen Robben (24 juta euro dari Real Madrid), Mario Gomez (35 juta, Stuttgart), dan Anatoliy Timoschtschuk (14 juta, Zenit St. Petersburg).

    Sementara itu, pada awal musim ini--setidaknya sampai tulisan ini dibuat--Presiden Muenchen Uli Hoeness (saudara Dieter Hoeness) tak mengeluarkan uang sepeser pun untuk membeli pemain. Penyegaran skuad dilakukan dengan cara memanggil pulang pemain-pemain yang dipinjamkan: Toni Kroos (Bayer Leverkusen), Jose Sosa (Estudiantes, Argentina), Andreas Ottl (Nuernberg), dan Breno (Nuernberg).

    Muenchen bisa mewakili gambaran keseluruhan klub Jerman musim ini: irit belanja. Sampai pekan ini, total ke-18 klub cuma mengeluarkan uang 87 juta euro (sekitar Rp 992 miliar) di bursa transfer. Dibanding musim panas tahun lalu, dana transfer ini menurun tajam, 62 juta euro. Uang transfer yang beredar di Liga Jerman musim ini jauh lebih sedikit dibanding liga-liga besar lain: Inggris (350 juta euro), Spanyol (230 juta euro), dan Italia (220 juta euro).

    Klub-klub Bundesliga lebih tertarik meremajakan skuad mereka. Terdapat 34 pemain yang dipromosikan dari tim junior ke tim senior di semua (18) klub Bundesliga: jumlah pemain muda terbesar sepanjang sejarah kompetisi Jerman.

    Mereka menuai hasil dari reformasi pembinaan pemain muda yang gencar dilaksanakan pada awal 2000-an. Selain bermanfaat untuk klub, pembinaan pemain muda telah terbukti ampuh bagi tim nasional. Dengan mengandalkan pemain dengan rata-rata usia termuda kedua sepanjang sejarah Die Panzer, Jerman mampu mencapai semifinal Piala Dunia 2010.

    Hasilnya, para pemain muda Jerman menjadi target buruan "terpanas" pada bursa transfer Eropa. Tiga pemain di antaranya pindah ke liga lain dengan uang transfer yang layak: Sami Khedira (14 juta euro, dari VfB Stuttgart ke Real Madrid), Jerome Boateng (7,5 juta euro, dari Schalke ke Manchester City), dan Mesut Oezil (15 juta euro, dari Werder Bremen ke Madrid).

    Sebaliknya, klub-klub Jerman lebih menyukai pemain dengan status bebas transfer. Dari keseluruhan daftar perpindahan pemain di Liga Jerman, pemain berstatus bebas transfer berjumlah sekitar dua pertiganya. Dua di antaranya adalah Raul Gonzalez (dari Madrid ke Schalke) dan Michael Ballack (dari Chelsea ke Bayer Leverkusen).

    "Raul adalah pemain hebat, saya gembira dia mendapat jalan untuk bermain di Jerman," kata Presiden Kehormatan Muenchen Franz Beckenbauer soal pemain yang kini memperkuat rival klubnya itu. Schalke adalah runner-up musim lalu di bawah Muenchen. Dengan tambahan Raul, mantan kapten Madrid dan mantan kapten tim Spanyol, kekuatan Schalke bisa kian mengancam Muenchen.

    Bila Raul memulai petualangan di negeri baru, Ballack justru pulang ke klub yang membesarkannya, Leverkusen. Bersama Leverkusen, kapten tim Jerman itu berhasil menembus final Liga Champions 2001/2002 sebelum dikalahkan Madrid. Musim lalu, Leverkusen sempat menjadi juara paruh musim sebelum merosot tajam pada separuh terakhir sisanya.

    Tak ayal lagi, kehadiran Raul dan Ballack kian menyemarakkan Liga Jerman yang sudah semarak. Bundesliga tercatat sebagai kompetisi domestik di Eropa dengan jumlah rata-rata penonton terbanyak: 42.490 orang per pertandingan. Angkanya di atas Inggris (34.151 orang per pertandingan), Spanyol (28.474), dan Italia (25.228). Dengan Raul dan Ballack, ramainya penonton mungkin bisa diimbangi dengan ketatnya persaingan di dalam lapangan, agar Muenchen tak terlalu berkuasa. BERBAGAI SUMBER | ANDY M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.