Swiss: Inggris Bukan Tim Kacangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Kirsty Wigglesworth

    AP/Kirsty Wigglesworth

    TEMPO Interaktif,Freinbach: Meski Inggris tersingkir di putaran kedua Piala Dunia Afrika Selatran dan tekanan terus mengekang Fabio Capello, Swiss tidak akan menganggap remeh kekuatan The Three Lions. Ini dilontarkan gelandang skuad Schweizer Nati Gelson Fernandez jelang pertarungan kualifikasi Euro 2012. 

    Inggris akan bertandang ke Basel Selasa pekan depan. Pertandingan itu digelar empat hari setelah Swiss bertarung dengan Australia pada laga persahabatan. Inggris sendiri akan membuka laganya pada Grup G melawan Bulgaria di Wembley, Jumat (3/9).

    “Kekuatan Inggris akan kembali, saya yakin akan hal itu. Mereka masih mempunyai kekuatan,” kata Fernandes.

    Fernandes meski mendukung Swiss berharap Inggris bisa memulai laga kualifikasinya dengan cantik. Ia yakin pasukan Fabio Capello akan melakukan hal itu. “Sulit dalam menghadapi Inggris yang bergabung dengan Swiss pada grup yang sama,” kata pemain yang mengetahui seluk beluk kekuatan Inggris setelah merumput dua musim bersama Manchester City.

    Gelandang Swiss lainnya Gokhan Inler berpandangan sama. Meski tekanan terus didapat Capello dari fan pelatih Italia itu pasti mempunyai formula tepat untuk meloloskan timnya ke Euro 2012. “Itu betul, tapi Capello adalah pelatih yang bagus dan mereka mempunyai pemain yang bagus. Saya mengerti bila Inggris adalah tim yang sulit dikalahkan. Mereka ingin menang melawan kami,” kata Inler.

    Laporan yang beredar di Inggris menyebutkan posisi Capello berada di ujung tanduk bila gagal memberikan hasil apik pada awal kualifikasi Euro 2012. Di dalam Grup G juga bergabung Wales dan Montenegro di mana hanya pemenang yang akan melaju untuk tampil di Polandia dan Ukraina yang akan menjadi tuan rumah.

    AP | bagus wijanarko


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.