Kejutan Si Kuda Laut Cesena  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Cesena Yuto Nagatomo (kanan).  AP/Luigi Vasini

    Pemain Cesena Yuto Nagatomo (kanan). AP/Luigi Vasini

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Dua tahun lalu tak ada yang kenal nama Cesena karena masih berkutat di Seri C alias Divisi III Italia. Namun musim ini Cesena membuat kejutan; memimpin klasemen sementara Seri A Italia setelah tak pernah kalah dan tak pernah kebobolan di tiga pertandingan.

    Cesena promosi ke Seri A untuk pertama kalinya dalam 19 tahun setelah menjadi runner-up Seri B musim lalu. Di tiga pertandingan Cesena menahan AS Roma 0-0 serta menghantam AC Milan 2-0 dan Lecce 1-0. Hasil ini membuat Cesena mengemas nilai 7, unggul selisih gol dari juara bertahan Inter Milan.

    Pelatih Massimo Ficcadenti mengatakan Cesena memang sepantasnya berada di papan atas klasemen, meski ia menyebut target timnya musim ini hanyalah bertahan si Seri A. "Kami memimpin klasemen dan semua orang berbicara tentang kami, tapi ingat tujuan kami hanyalah menghindari degradasi," katanya.

    Berdiri tahun 1940, klub bernama lengkap Associazione Calcio Cesena SpA itu hanyalah klub kecil. Stadion kebanggan mereka Stadio Dino Manuzzi hanya memiliki kapasitas 23.860 tempat duduk. Klub berjuluk Cavallucci Marini alias Kuda Laut itu bermain di Seri A pertama kali tahun 1973 dengan prestasi terbaik menempati peringkat 6 pada musim 1975-1976.

    "Orang-orang mengklaim hasil ini lantaran kami lebih bugar dibandingkan tim lain. Itu bukan satu-satunya alasan. Kami juga memiliki teknik dan semangat tim. Tujuh poin yang kami raih memang layak kami dapatkan," tambahnya.

    Cerita Cesena bukan cerita pertama tim promosi berhasil membuat kejutan. Inilah 10 tim promosi yang melesat ke papan atas di kompetisi Eropa:

    1. TSG 1899 Hoffenheim (2008-09) Bundesliga: peringkat 7
    2. Watford (1982-83) Division One Inggris: 2
    3. DWS (1963-64) Eredivisie Belanda: 1
    4. Saint-Etienne (1963-64) Ligue 1 Prancis: 1
    5. Chievo (2001-02) Serie A: 5
    6. Bayern Munich (1965-66) Bundesliga: 3
    7. Monaco (1977-78) Ligue 1 Prancis: 1
    8. Ipswich Town (1961-62) Division One Inggris: 1
    9. Kaiserslautern (1997-98) Bundesliga: 1
    10. Nottingham Forest (1977-78) Division One Inggris: 1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.