PSSI Bakal Coret Klub Divisi Utama Peserta Liga Primer Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Liga Primer Indonesia. ANTARA/Ismar Patrizki/10

    Liga Primer Indonesia. ANTARA/Ismar Patrizki/10

    TEMPO Interaktif, Malang - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) meminta 39 klub Divisi Utama untuk tetap mengikuti kompetisi di bawah naungan PSSI. Ketua Badan Liga Indonesia merangkap Presiden Direktur PT Liga Indonesia, Andi Darussalam Tabusalla, mengatakan, pada Senin (27/9), Liga akan menyurati 39 klub untuk mengetahui kesediaan mereka mengikuti kompetisi Divisi Utama.

    Seluruh klub diberi tenggat atau batas waktu hingga Minggu (3/10) untuk memberikan jawaban tertulis apakah mau mengikuti kompetisi atau tidak. Jika tidak maka mereka akan dicoret.

    "Tanggal 5 Oktober-nya akan digelar manager meeting. Di situ akan dibahas soal keikutsertaan tiap klub, termasuk pencoretan klub yang mengikuti kompetisi yang tidak dinaungi PSSI," kata Andi kepada wartawan di Malang, Sabtu (25/9) sore.

    Andi menegaskan, PSSI maupun BLI tidak melarang klub yang ingin mengikuti Liga Primer Indonesia atau LPI. Tapi klub yang ikut LPI harus siap menanggung sanksi dari keikutsertaannya, yakni pembekuan klub, serta pelarangan bagi pengurus dan pemain berkiprah di kompetisi nasional.

    Sanksi itu, kata Andi, sesuai dengan regulasi bahwa hanya ada satu kompetisi yang diakui PSSI, yang bernaung di bawah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA).

    "Keputusan final tegas terhadap klub yang ikut kompetisi di luar PSSI diputuskan dalam technical meeting. Silakan ikut (LPI), tapi peraturan, klub yang ikut harus rela dicoret untuk diganti dengan klub lain. Soal pembekuan atau pencoretan diputuskan oleh Komite Eksekutif PSSI," kata Andi, yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Arema Malang.

    Andi sangat optimistis mayoritas klub Divisi Utama takkan membangkangi aturan sehingga mereka menolak ikut LPI. Banyak klub Divisi Utama yang katanya sudah memastikan batal mengikuti LPI.

    Hanya Persebaya Surabaya dan Persitara Jakarta Utara yang bersikeras mengikuti LPI. Sedangkan PSMS Medan, PSS Sleman, PSIS Semarang, Mitra Kutai Kertanegara, dan Semen Padang disebut sedang bimbang antara ikut PSSI atau LPI.

    Selain itu, Andi menyampaikan perubahan komposisi kontestan kompetisi Divisi Utama. Nantinya kontestan dibagi ke dalam tiga wilayah atau tiap wilayah diikuti 13 klub.

    Joko Driyono, CEO PT Liga Indonesia, membenarkan pernyataan Andi. Joko memastikan format Divisi Utama tidak berubah. "Saat ini kami sedang menggodok pembagian klub-klub berdasarkan wilayah. Pembagiannya proporsional," kata Joko.

    Ia juga menegaskan, pencoretan klub yang mengikuti LPI merupakan kewenangan Komite Eksekutif PSSI, bukan BLI. PSSI akan meminta persetujuan klub yang menggantikan klub yang dicoret. Kemungkinan klub pengganti berasal dari tim Divisi 1 dengan peringkat di bawah tim-tim promosi.

    ABDI PURNOMO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.