Persipura Hajar Pelita 5-0  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persipura Jayapura. TEMPO/Zulkarnain

    Persipura Jayapura. TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Persipura Jayapura menunjukkan penampilan fantastisnya saat bertandang ke Pelita Jaya Karawang. Dalam laga lanjutan Liga Super Indonesia ini, Tim Mutiara Hitam menundukkan Pelita dengan skor 5-0 di Stadion Singaperbangsa Karawang, Kamis (30/9).

    Kemenangan ini menjadi obat luka bagi Persipura setelah di pertandingan pertama ditahan imbang 1-1 oleh Semen Padang. Boaz Salossa dan kawan-kawan langsung mendominasi laga pada babak pertama. Buruknya permainan Pelita membuat Persipura sudah bisa unggul 2-0 di 45 menit babak pertama ini. Mereka mencetak gol lewat Boaz di menit ke-30 dan gol dari Zah Rahan di menit ke-38.

    Pelita yang ingin membalas ketertinggalan di babak kedua berusaha meningkatkan serangan. Namun efektifitas permainan Persipura membuat tim yang dilatih Jacksen F Thiago ini malah berhasil menambah gol. Gol ketiga Persipura ini dicetak bek Hamka Hamzah melalui sundulan kepala memanfaatkan tendangan sudut Zah Rahan di menit ke-50.

    Persipura sebenarnya kembali mencetak gol pada menit ke-58 melalui Yustinus Pae. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena Yustinus dianggap dalam posisi offside. Unggul 3-0 membuat Mutiara Hitam semakin di atas angin. Juara Liga Super dua musim lalu itu menambah gol melalui Boaz di menit ke-69. Gol terakhir Persipura tercipta melalui penyerang pengganti Lukas Mandowen pada menit ke-88.

    Asisten pelatih Pelita, Jajang Nurjaman, menyatakan bahwa permainan anak asuhnya memang masih belum stabil. Permainan gemilang saat menang 4-0 atas Persiwa Wamena di laga pertama ternyata gagal dipertahankan. Faktor usia pemain yang masih muda, kata Jajang, menjadi salah satu hal yang mempengaruhi belum stabilnya permainan The Young Guns. “Ini memang menunjukkan bahwa permainan kami belum stabil. Anda harus maklum karena pemain kami masih muda-muda,” kata Jajang.

    Jajang melanjutkan karena para pemain Pelita masih muda-muda, kepercayaan diri dalam mengahdapi Persipura tidak muncul. Ini akan menjadi catatan bagi Jajang untuk meningkatkan mentalitas bertanding pasukannya. “Kami harus terus mengasah kepercayaan diri para pemain agar mentalnya bagus. Inilah pekerjaan rumah kami sekarang ini,” lanjutnya.

    Selain masalah mental dan kepercayaan diri, Jajang juga menyatakan akan berusaha meningkatkan permainan Pelita dari seluruh lini. Dari hasil pertandingan melawan Persipura, Jajang melihat permainan Pelita tidak muncul di semua lini. “Dari belakang, tengah, sampai depan, kami gagal tampil bagus. Tapi kami masih yakin bisa memperbaiki hal ini. Kami harus yakin bisa tampil konsisten lagi. Apalagi kompetisi masih panjang,” katanya.

    ARIS M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.