Balotelli Terobos Penjara Wanita  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mario Balotelli. REUTERS/Tony Gentile

    Mario Balotelli. REUTERS/Tony Gentile

    TEMPO Interaktif, Milan - Mario Balotelli, penyerang Manchester City yang tengah melakukan pemulihan cedera, kembali terkena berita miring. Ia masuk ke penjara wanita di Brescia tanpa ijin dan sempat diinterogasi selama setengah jam.

    Balotelli, pemain berusia 20 tahun yang sudah dikenal penuh kontroversi sejak di Inter Milan, dilaporkan memasuki penjara wanita itu Sabtu lalu, bersama adiknya Enock, 17 tahun. Mengendari Mercedes, keduanya nyelonong memasuki pintu gerbang penjara yang tengah terbuka.

    Penjaga langsung menangkap mereka setelah gagal menunjukan surat ijin masuk. Sipir penjara Calogero Lo Presti membenarkan kejadian itu. "Pada pukul 04.00 sore tiba-tiba masuk sebuah Mercedes dengan dua penumpang. Setelah beberepa menit kami menyadari Balotelli adalah salah satu dari mereka," katanya seperti La Gazzetta dello Sport.

    Lo Presti menyatakan keduanya sempat ditanya selam 30 menit. "Pada akhirnya mereka ketakukan. Mereka mengaku melihat pintu gerbang terbuka dan langsung masuk tanpa tahu harus mengantongi ijin untuk masuk penjara. Mereka menyatakan penasaran ingin melihat penjara wanita," katanya. “Balotelli meminta maaf. Ia berkata dengan pelan dan sedikit malu."

    Agen Balotelli, Mino Raiola, jengkel dengan pemberitaan itu karena menilai kliennya sama sekali tak berbuat salah dalam kejadian itu. "Mario tak melakukan hal salah," katanya. "Petugas penjara bahkan memuji dia karena inisiatifnya. Jelas sekali kejadian itu bisa dihindari tapi masalahnya sudah berakhir di sana."

    Balotelli, yang dibeli City dari Inter senilai 24 juta poundsterling, saat ini masih mengalami cedera lutut. Ia baru tampil sekali dan menyumbang satu gol di ajang Liga Eropa buat klub barunya itu.

    Goal | Dailymail | Nurdin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.