Lawan Uruguay, Indonesia Tak Boleh Turunkan Pemain Keturunan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Timnas Indonesia. ANTARA/Andika Wahyu

    Timnas Indonesia. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO Interaktif, Jakarta -  Keinginan PSSI memainkan pemain keturunan Indonesia pada laga persahabatan Indonesia melawan Uruguay, Jumat, tidak akan kesampaian. Pasalnya, berdasarkan aturan FIFA, para pemain ini tidak bisa dimainkan karena belum memiliki paspor Indonesia.

    “Sesuai regulasi FIFA, mereka tidak bisa bermain karena tidak mempunyai paspor Indonesia,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Nugraha Besoes. Ia mengaku, PSSI telah mendapat surat dari FIFA yang ditandatangani sekretaris jenderal FIFA menyatakan tidak bisa meluluskan permintaan PSSI untuk memakai pemain keturunan itu.

    Pertandingan dua negara ini merupakan pertandingan resmi di bawah FIFA. Apabila pemain keturunan itu tetap dimainkan, kedua tim nasional akan rugi karena tidak bisa mendapat poin dari pertandingan ini dan dianggap seperti permainan biasa. “Sayang kan sudah mendatangkan Uruguay mahal-mahal tapi pertandingannya biasa-biasa saja. Rugi buat kita rugi buat Uruguay juga." kata Nugraha.

    Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Imam Arif, sejak awal tahu adanya aturan larangan itu. Namun, ia tetap mendatangkan pemain keturunan, Jhony Rudolf van Beukering, Tobias Waisapy, Rafael Guilermo Eduardo Maitimo dan Sergio van Dijk. “mengenai status mereka nanti sebagai pemain atau bagaimana, itu kembali ke PSSI, tugas saya mencari formatur terbaik untuk melawan Uruguay,” katanya.

    Keinginan PSSI memainkan pemain keturunan pada laga penting dua negara terasa aneh. Bukankah sejak awal mereka mengetahui regulasi itu. Pemain Indonesia yang bermain di klub-klub cukup banyak, apakah semua pemain itu tidak ada yang layak sehingga mesti mendatangkan pemain dari luar negeri.

    Imam Arif berkilah ide naturalisasi itu adalah target jangka pendek untuk bisa menjuarai AFF (Federasi Sepak Bola ASEAN) Desember mendatang dan SEA Games 2011 nanti. “Awalnya ingin mencari pemain Indonesia di luar negeri ternyata tidak banyak, yang banyak pemain asing keturunan Indonesia yang berniat main di tim nasional,” katanya.

    Jika akhirnya pemain keturunan batal dimainkan, Nugraha mengaku tidak rugi karena mereka bisa mengenal sepakbola Indonesia. Sisi positif lain, lanjut Nugraha, kehadiran mereka menunjukkan keseriusan PSSI melakukan naturalisasi. Menurutnya, pemain itu tahu kemungkinan resiko batal main.

    Di sisi lain, tim Uruguay telah menggelar latihan tertutup di GOR Soemantri Brojonegoro, Rabu (6/10). Di antara belasan pemain Uruguay, tampak bintang Ajax Amsterdam Luis Suarez. Latihan siang itu dipimpin langsung pelatih Oscar Tabarez. Namun, pemain terbaik Piala Dunia 2010, Diego Forlan yang dijadwalkan ikut bertanding belum bergabung dengan tim.

    RINA WIDIASTUTI
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.