Hicks dan Gillet Gagalkan Penjualan Liverpool

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Paul Thomas

    AP/Paul Thomas

    TEMPO Interaktif,London:Kisruh perihal penjualan Liverpool merembet ke pengadilan di Texas. Pengadilan di wilayah Abang Sam tersebut memutuskan untuk memberi izin sementara bagi kedua pemilik Tom Hicks dan George Gillet untuk menghalangi penjualan kepada New England Sports Ventures (NESV) yang dimiliki taipan John W. Henry.

    Hicks dan Gillet menyebut penjualan ke tangan NESV sebagai “penipuan terbesar”.

    Sebelumnya, Pengadilan Tinggi London menolak tuntutan Hicks dan Gillet untuk menghentikan langkah dua direktur The Reds untuk menjual klub.

    Hakim Inggris, Christopher Floyd kemarin menyetujui penjualan pengadilan kepada NESV. Dalam keputusannya, Floyd mengatakan Hicks dan Gillet tidak mempunyai kekuatan untuk menyingkirkan direksinya yang mendapat sanksi setelah menjual klub kepada NESV.

    Hutang dan kewajiban yang dimiliki klub setelah Hicks dan Gillet meminjam dari Royal Bank of Scotland dan Wells Fargo bank tiga tahun lalu membengkak menjadi 453 juta pound sterling (Rp 6,4 triliun). Dua taipan itu memiliki tenggat kewajiban untuk membayar beban hutang tersebut besok.

    Hicks dan Gillet memberi kuasa kepada RBS untuk mencari calon pembeli tepat klub pada musim semi lalu. Namun ketika dua anggota dewan direksi menjual kepada NESV, kedua pemilik mengklaim harga yang ditawarkan terlalu murah.

    Setelah mendapat lampu hijau untuk meneruskan proses penjualan, direksi Liverpool menggelar pertemuan Rabu malam waktu setempat untuk menyelesaikan penjualan kepada NESV. Henry baru tiba ketika Pengadilan Distrik di Dallas mengeluarkan pernyataan yang memberi kuasa kepada Hicks dan Gillet untuk membatalkan penjualan. Pengadilan memberi waktu untuk mendengarkan para saksi pada 25 Oktober.

    AP | bgs


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.