Saleh Mukadar Tak Gubris Intervensi Nurdin Halid  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nurdin Halid. TEMPO/Nurdiansah

    Nurdin Halid. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO Interaktif, Surabaya - Ketua Umum PSSI Surabaya Saleh Ismail Mukadar menanggapi dingin manuver Wisnu Wardhana, Ketua Umum PSSI Surabaya versi lain, yang pada Rabu lalu menghadap Ketua Umum PSSI Nurdin Halid di Jakarta.


    Wisnu menemui Nurdin untuk membicarakan dualisme kepemimpinan PSSI Surabaya yang berimbas pada kisruhnya kepengurusan di klub Persebaya Surabaya. Dalam pertemuan itu Nurdin menjanjikan Persebaya masuk divisi utama asal Wisnu membenahi kepengurusan klub tersebut lebih dulu. "Pengurus dan ketua (Persebaya) sudah ada, tapi masih rahasia," kata Wisnu yang juga Ketua DPRD Surabaya itu kemarin.

    "Kalau saya tanggapi, berarti sama-sama ndak waras," kata Saleh yang juga Ketua Umum Persebaya Surabaya seusai penandatanganan nota kesepahaman antara PT Persebaya Indonesia dengan PT Pengelola Persebaya Indonesia di Sekretariat Persebaya, Kamis (14/10) siang ini.

    Menurut Saleh, PSSI di bawah Wisnu tidak didukung oleh klub-klub anggota. Buktinya, kata dia, Wisnu tidak mampu memutar kompetisi klub-klub liga amatir di Surabaya. Saleh balik mengklaim bahwa PSSI Surabaya versi dialah yang memperoleh dukungan klub.

    Karena itu dia menolak intervensi Nurdin ke Persebaya melalui Wisnu dan bertekad akan membawa Persebaya ke Liga Primer Indonesia. "Persebaya yang sah ya yang selama ini saya pimpin, karena sudah punya akte notaris dan dilindungi undang-undang," kata dia.

    Saleh mempersilahkan Wisnu membentuk kesebelasan sendiri dengan nama berbeda. Tapi jika Wisnu ngotot membentuk dengan nama Persebaya, Saleh mengancam akan lapor polisi. "Bikin saja tim sendiri, mau diberi nama Persebaya Reformasi atau Persebaya Nggedabrus, terserah," ujar Saleh.

    Ketua Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya Heroe Poernomohadi mengusulkan agar Saleh dan Wisnu tidak mencalonkan diri saat digelar Musyawarah Cabang PSSI Surabaya luar biasa yang rencananya akan segera digelar oleh PSSI Jawa Timur. Menurut Heroe, bila kedua orang tersebut tetap mencalonkan diri, maka kisruh dualisme kepengurusan PSSI Surabaya tidak akan selesai. "Harus dicari figur netral," kata Heroe.

    Saleh tak keberatan dengan saran Heroe. Tapi bila dalam musyawarah luar biasa nanti Wisnu tetap maju menjadi calon ketua, dirinya tidak akan tinggal diam. "Kalau Wisnu maju lagi, saya juga akan maju. Saya tidak rela PSSI Surabaya dipimpin dia," kata Saleh.

    KUKUH S WIBOWO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.