Joachim Loew, Sukses Regenerasi Pelatih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joachim Loew. REUTERS/Thierry Roge

    Joachim Loew. REUTERS/Thierry Roge

    TEMPO Interaktif, Berlin - Jerman menang lagi 3-0 di babak kualifikasi Euro 2012 melawan Kazakstan, Selasa lalu. Pertandingan ini digelar di stadion tertutup di atas rumput sintetis di Astana, ibu kota Kazakstan.

    Temperatur di stadion berarsitektur teknologi tingkat tinggi dengan atap yang bisa terbuka dan tertutup secara otomatis itu lebih hangat, yaitu 16,7 derajat Celsius. Di udara terbuka, temperatur bisa minus 4 derajat.

    "Ini barangkali juga keberuntungan kami," kata Jogi, panggilan pelatih tim nasional Jerman, Joachim Loew.

    Ia mengira timnya akan bermain di tengah udara dingin. Maka seminggu setelah kemenangan Jerman atas Turki, Selasa pekan lalu, pemain dibiasakan berada di temperatur di bawah nol selama hampir 24 jam. Mereka tidur tanpa lampu, untuk menghindari sinar hangat.

    Jogi memang selalu jitu mengantisipasi kondisi sehingga berhasil merajut kemenangan demi kemenangan.

    Ketika menerima jabatan pelatih tim nasional dari Juergen Klinsmann pada akhir Piala Dunia 2006, Jogi cuma merekrut pemain muda ke dalam timnya. Dengan alasan pemain muda lebih segar, cerdas, dan mudah diatur.

    Thomas Mueller adalah pemain termuda, berusia 20 tahun 9 bulan. Pemain tertua adalah Miroslav Klose, 32 tahun 4 hari. Metode ini sempat dihebohkan. "Mestinya bukan umur yang jadi ukuran, melainkan keterampilan dan taktik mengambil inisiatif di lapangan," kata Oliver Kahn, mantan kiper tim Jerman.

    Tapi Jogi bertahan dengan prinsipnya, dan ia benar. Para pemain yang umumnya belum punya pengalaman bermain internasional berhasil membawa Jerman sebagai urutan ketiga Piala Dunia 2010.

    Pertimbangan itu yang membuat Ketua DFB Theo Zwanziger melunak. Tak lama setelah pesta olahraga dunia berakhir, pertikaian DFB dengan Jogi soal persyaratan perpanjangan kontrak berakhir.

    Padahal tadinya pertikaian berlangsung alot karena Jogi cuma mau memperpanjang kontrak jika timnya dipertahankan, antara lain manajer tim Oliver Bierhoff dan dokter tim Tim Mayer.

    DFB juga mengabulkan honorarium Jogi sebesar 200 ribu euro (sekitar Rp 3 miliar) sebulan atau 2,7 juta euro setahun. Jogi masih punya penghasilan lain dari berbagai produk iklan, seperti Nivea dan biro perjalanan TUI.

    "Jogi tak boleh dipisahkan dari tim nasional. Tidak ada pilihan lain. Dia sudah berada di jalur yang pas untuk masa kini. Sama seperti ketika Franz Beckenbauer membawa keberhasilan tim nasional pada 1970-an," kata Zwanziger. Maka kontrak Jogi diperpanjang hingga 30 Juli 2012.

    SRI PUDYASTUTI BAUMEISTER (Jerman)



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.