Stadion Bojonegoro Lolos Verifikasi Tim PT Liga Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persibo Bojonegoro. ANTARA/Arief Priyono

    Persibo Bojonegoro. ANTARA/Arief Priyono

    TEMPO Interaktif, BOJONEGORO - Manajemen Persibo Bojonegoro, Kamis (4/11), menerima surat dari PT Liga Indonesia (PT LI). Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan PT LI, Stadion Letjen Soedirman Bojonegoro dinyatakan layak digunakan sebagai ajang pertandingan LI pada musim kompetisi tahun 2010.

    “Ya, tentu saja kami senang. Selama dua bulan, meski menjadi tuan rumah, pertandingan terpaksa dilakukan di Stadion Brawijaya, Kediri,” kata Asisten Manager Bidang Teknis Persibo Imam Sardjono kepada Tempo, Kamis siang (4/11).

    Proses verifikasi terhadap kelayakan Stadion Letjen Soedirman Bojonegoro dilakukan tim dari PT LI dalam sepekan ini, dan baru berakhir Rabu kemarin (3/11). Tim secara detail memeriksa seluruh fasilitas yang ada di stadion tersebut, termasuk pendingin ruangan bagi pemain maupun pelatih.

    Verifikasi tahap akhir berkaitan dengan kelengkapan lampu penerangan stadion. Namun setelah menguji daya terang empat pasang lampu yang dipasang di empat sudut stadion, tim verifikasi menyatakan kepuasannya. Lampu senilai Rp 8,2 miliar itu mampu menerangi stadion, terutama pada malam hari, sesuai standar PT LI.

    Proses pemasangan lampu penerangan serta rehabilitasi sejumlah ruangan di dalam stadion juga bisa diselesaikan lebih awal. Semula dijadwalkan baru rampung pertengahan Nopember 2010.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bojonegoro Andi Candra menjelaskan, lampu yang dipasang menggunakan empat tiang. Seluruhnya berjumlah 42 lampu.

    Menurut Imam Sardjono, Persibo dengan julukan Laskar Angling Darma, akan menjamu Bontang FC, Kamis (11/11), lalu Persisam Samarinda pada Minggu (14/11). Untuk dua laga itu, Persibo menargetkan meraup poin penuh. ”Kami optimistis karena kami benar-benar bertanding di kandang sendiri,” ujarnya. SUJATMIKO.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.