Mana Mentalmu, Inter?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Inter Milan saat dikalahkan Tottemham di White Hart Lane Stadium , London. (AP Photo/Tom Hevezi)

    Pemain Inter Milan saat dikalahkan Tottemham di White Hart Lane Stadium , London. (AP Photo/Tom Hevezi)

    TEMPO Interaktif, Milan -Kepergian Jose Mourinho ke Real Madrid ternyata membawa satu hal dari skuad Inter Milan: mental juara. Gelandang Wesley Sneijder mengatakan, semangat bertarung dan mental sebagai juara inilah yang harus kembali ditemukan saat menjamu Brescia di Giuseppe Meazza, San Siro, malam ini.

    Inter menelan kekalahan ketiganya, di semua kompetisi musim ini, ketika dibekap Tottenham Hotspur 1-3 di Liga Champions, Rabu lalu. Sneijder mengatakan, ia dan rekan-rekannya harus melupakan kekalahan itu dan bersiap menjamu Brescia.

    "Tak ada alasan untuk kekalahan dari Spurs. Kami minta maaf, tapi itulah sepak bola," kata pemain asal Belanda itu.

    "Semua masalah psikologis, bukan fisik. Kami harus menemukan kembali mental juara seperti musim lalu. Kami ingin kembali menjadi juara Eropa," Sneijder menambahkan.

    Musim 2009/2010, bersama Mourinho, Inter tampil perkasa dengan merebut treble winner--scudetto Seri A, juara Coppa Italia, dan kampiun Liga Champions. Meski kerap dikritik lantaran menampilkan sepak bola bertahan, sepanjang musim lalu Inter hanya kalah enam kali: empat kali di Seri A (oleh Sampdoria, Juventus, Catania, dan AS Roma) serta dua kali di Liga Champions oleh Barcelona (0-2 dan 0-1).

    Kini, di tangan penggantinya, Rafael Benitez, Inter dinilai tampil lebih atraktif. Namun hasil yang diraih belum semoncer Mou. Buktinya, Nerazzurri sudah kalah tiga kali: oleh Atletico Madrid (0-2) di Piala Super Eropa, AS Roma (0-1) di Seri A, dan oleh Tottenham Hotspur (1-3) di Liga Champions.

    Sampai giornata kesembilan ini, Inter masih tertinggal empat poin dari Lazio, yang memimpin klasemen dengan nilai 22.

    Pertanyaannya, bagaimana Benitez meramu skuad yang kehilangan banyak pemain di lini tengah? Sulley Muntari menjadi nama terakhir yang masuk daftar cedera. Sebelumnya, daftar cedera Inter sudah diisi Esteban Cambiasso, Dejan Stankovic, serta David Suzadan Thiaggo Motta.

    Saat menghadapi Spurs, Benitez sampai-sampai harus menurunkan Nwankwo Obiaora. Pemain 18 tahun ini ada kemungkinan bisa kembali mengisi starting line-up Inter menghadapi Brescia.

    Untungnya, pekan ini Inter--di atas kertas--mendapat lawan ringan, yaitu Brescia yang menghuni peringkat ke-16 klasemen. Biancoazzurri--julukan Brescia--baru menorehkan tiga kemenangan dan enam kali kalah tanpa sekali pun seri. Lima pertandingan terakhir semuanya berujung kekalahan.

    Kondisi ini tentunya bisa dimanfaatkan skuad biru-hitam. Di luar kekalahan oleh Spurs, dalam enam pertandingan sebelumnya Inter tak pernah kalah. Tanpa mengecilkan kemampuan Andrea Caracciolo dkk, performa buruk Brescia membuat Inter--meski dalam kondisi pincang--masih difavoritkan menang.

    REUTERS | FOOTBALL-ITALIA | RAJU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.